Sorong, TN – Pergerakan Satgas Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Sorong yang dibentuk 5 Maret lalu oleh walikota, dinilai lamban. Sekitar tiga pekan dalam melaksanakan tugasnya, belum ada pergerakan menonjol yang dilakukan Satgas dalam menanggulangi virus itu.

Demikian kesimpulan yang muncul setelah dilakukan rapat internal secara online, yang dilakukan Komisi I DPRD Kota Sorong, Selasa (24/3/2020). Komisi yang membidangi masalah kesehatan ini, menelurkan sedikitnya 8 rekomendasi kepada Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Sorong.

Ketua Komisi I DPRD Kota Sorong, Muhammad Taslim, S. Sos, M. Pd menjelaskan, rekomendasi pertama untuk Satgas Covid-19 Kota Sorong adalah, segera mengadakan penyemprotan disifektan secara besar-besaran di daerah-daerah vital dan padat penduduk di kota Sorong, termasuk rumah-rumah ibadah

Rekomendasi kedua, “Adakan pembagian masker secara gratis ke masyarakat yang terpaksa keluar rumah karena urusan yang sangat penting,” kata Taslim, kepada Teropongnews.

Yang ketiga, lanjutnya, Walikota dan Bupati Sorong segera mengadakan  pertemuan untuk menentukan RSUD Kabupaten Sorong di Kampung Baru Kota Sorong, dijadikan RS Pusat Rujukan Covid-19 dalam rangka mempercepat koordinasi dan tindakan penanganan.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, Komisi I berharap kedua pemerintah daerah bersama-sama melengkapi peralatan yang dibutuhkan, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) tim medis.

“Peralatan yang ada sekarang ini sangat terbatas. Jadi kami berharap penanganan di RS Rujukan Covid-19 adalah perpaduan tim medis dari RS Sele be Solu Kota Sorong dan RSUD Kabupaten Sorong,” kata Taslim.

Sementara rekomendasi berikutnya adalah;  Satgas Penanggulangan Covid-19 lebih masif lagi mengadakan kampanye pencegahan virus Corona dengan berkeliling Kota Sorong;  Transparansi Satgas terhadap data orang yang terdampak Covid-19, baik yang psien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Harus disampaikan secara terbuka kepada publik, berapa PDP maupun ODP yang sudah positif terjangkit virus ini,” tandasnya.

Rekomendasi ke enam yang dikeluarkan Komisi I DPRD Kota Sorong adalah, Walikota Sorong harus menjaga kestabilan bahan makanan di Kota Sorong, dalam rangka mengantisipasi melonjaknya permintaan pasar terkait Covid-19.

“Kami menegaskan, Satgas harus tegas dalam pemberlakuan social distance, yaitu membatalkan acara kelompok, menutup ruang publik serta membubarkan keramaian. Yang sudah dilakukan kepolisian dalam pembubaran kerumunan warga di malam hari, kami sangat mengapresiasi,” ujar Taslim. **

Berita lain untuk anda

Laitupa Marah Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan Seperti Ayam Yang Mati

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wahid Laitupa kesal dan marah,…

Di Kota Sorong, Rapid Tes Digratiskan Bagi Pelajar, Mahasiswa Dan Warga Kurang Mampu

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Pemerintah Kota Sorong menggratiskan biaya rapid tes bagi…

Sapulette Berniat Maju di Pilwalkot Ambon

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Salah satu pengacara kondang di Jakarta, yang adalah Ketua…