Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Terpadu Operasi Laut Moda Transportasi Laut Covid-19 Sorong, Brigjen TNI Marinir Suaf Yanu Hardani, bersama tim Satgas lainnya dalam melakukan patroli laut. Foto wim/TN.

Sorong, TN- Lantamal XIV Sorong bersama Direktorat Polairud Polda Papua Barat, Kantor Syabandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong dan Pemkot Sorong yang tergabung dalam Satgas Terpadu Operasi Laut Moda Transportasi Laut, Jumat malam (29/5) melakukan patroli gabungan.

Patroli gabungan di malam hari tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran pandemi corona virus desiase 2019 (Covid-19) di kota Sorong melalui laut oleh nelayan dan masyarakat yang masuk secara diam-diam dari pulau-pulau sekitar.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Terpadu Operasi Laut Moda Transportasi Laut Covid-19 Sorong, Brigjen TNI Marinir Suaf Yanu Hardani, mengatakan kegiatan patroli malam di perairan laut Sorong merupakan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) melalui surat edaran gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 pusat dan surat edaran Wali Kota Sorong untuk menekan angka penularan Covid-19.

Dikatakan, pihaknya bersama komunitas maritim di Sorong berusaha untuk memberikan dharma bhaktinya melalui pengawasan moda transportasi dan arus keluar masuk barang dan manusia di kota Sorong.

Tim Satgas melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan anak buah kapal terkait protokol kesehatan termasuk penggunaan masker oleh ABK. Foto wim/TN.

“Pastinya salah satu tujuan patroli gabungan di perairan laut saat ini adalah percepatan untuk menekan angka pertumbuhan virus corona ini,” ujar Brigjen TNI Marinir Suaf Yanu Hardani, yang juga adalah Danlantamal XIV Sorong itu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dijelaskan, pihaknya kurang lebih tujuh hari, mampu melakukan pengawasan terhadap lebih dari 70 kapal yang diawasi, baik yang mendarat di pelabuhan maupun yang tidak mendarat di pelabuhan. Bahkan selama lebaran pihaknya juga berhasil mengawasih kurang lebih 20 kapal, termasuk ada speedboat yang masuk dari Raja Ampat.

“Yang baru masuk dari Raja Ampat dapat kita awasi, dan kita arahkan sesuai dengan protokol kesehatan terhadap yang sakit. Artinya satgas mampu meyakinkan kepada Pemda yang memberikan tugas, sehingga kami mampu memberikan pengawasan moda transportasi di laut,” jelas Jenderal bintang satu itu.

Wali Kota Sorong, melalui Staf ahli wali kota, bidang pemerintahan hukum dan politik, Tamrin Tajuddin, ST, MM, berharap dalam patroli laut secara bersama, tentunya dapat menekan penyebaran Covid-19 melalui laut sehingga efeknya tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi di kota Sorong.

Tim Satgas Terpadu Operasi Laut Moda Transportasi Laut, melakukan kordinasi terhadap pemeriksaan kapal yang sedang berlabuh. Foto wim/TN.

“Lewat patroli laut secara bersama ini, tentunya kami berharap dapat menekan sekaigus mencegah penyebarah Covid-19 ini melalui laut, sehingga tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah,” tandas Tamrin Tajudin.

Disamping itu, Kepala KSOP Kelas I Sorong, M. Takwim Masuku, ST, MM, mengaku pengawasan terhadap penyebaran Covid-19 melalui laut merupakan sinergitas antara komunitas maritim untuk melakukan pencegahan terhadap keluar masuk orang lewat laut yang berpotensi menyebarkan virus corona secara masif.

Menurutnya, KSOP secara khusus dalam mengendalikan pelabuhan laut dari sisi keluar masuk penumpang di pelabuhan Sorong dalam waktu dua minggu terakhir dapat dikendalikan oleh tim Satgas Covid-19 kota Sorong.

Takwim mengaku, selama tiga bulan sejak dilakukan penutupan akses keluar masuk penumpang lewat laut dan udara di kota Sorong tentunya sangat mengganggu perekonomian di kota Sorong.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan pelaku usaha pelayaran dan sebagainya untuk bulan-bulan sebelumnya mengalami penurunan yang luar biasa, khususnya di pelabuhan Sorong, untuk konteiner sendiri menurun hingga lima puluh persen dari situasi normal,” jelas Takwim.

Menurutnya, situasi tersebut menunjukan bahwa pelaku usaha di kota Sorong pastinya ragu-ragu dan kuatir karena akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

“Sehingga dengan adanya patroli bersama ini, melalui komandan Satgas memberikan jaminan bahwa untuk sektor laut dari sisi lalu lintas manusia tentunya sudah bisa diatasi oleh satgas Covid-19 kota Sorong,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Papua Barat, Kombes Pol Eko Irianto, S.IK, berharap dengan adanya patroli laut oleh Satgas Terpadu Operasi Laut Moda Transportasi Laut Covid-19 kota Sorong, dapat menekan dan mencegah penyebaran corona virus di kota Sorong.

Dikatakan, patroli laut gabungan itu juga selain mengantisipasi masuknya kapal-kapal nelayan dan perahu masyarakat ke kota Sorong, tetapi juga untuk mengantisipasi adanya tindak kriminalitas dan kejahatan di wilayah laut.

Berita lain untuk anda

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

2 Pemotor Terlibat Kecelakaan Maut Di KM. 12 Masuk, Satu Orang Tewas Seketika

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Seorang pengendara sepeda motor berinisial FT (60), tewas…