Scroll untuk baca artikel
Example 525x600
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKriminalitas

Kejati Sultra Tahan 2 Mantan Pejabat Ditjen Minerba Kementerian ESDM

×

Kejati Sultra Tahan 2 Mantan Pejabat Ditjen Minerba Kementerian ESDM

Sebarkan artikel ini
Dua mantan petinggi Ditjen Minerfba Kementerian ESDM saat akan dijebloskan ke penjara. Ist.
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Tim penyidik pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengintensifkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pertambangan ore nikel di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sultra. Dua mantan pejabat Ditjen Minerba Kementerian ESDM yang diperiksa di Gedung Bundar Kejagung, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

“Kali ini tim penyidik pada Kejati Sultra melakukan penahanan terhadap 2 orang, yang sebelumnya ditetapkan lebih dahulu sebagai tersangka,” ujar Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana, kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/07/2023) malam.

Example 300x600

Kedua tersangka yang ditahan masing-masing SM selaku Kepala Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Mantan Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan EVT selaku Evaluator Rencana Kerja dan Anggaran Biaya pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurut hasil penyidikan, Tersangka SM dan Tersangka EVT telah memproses penerbitan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2022 sebesar 1,5 juta metrik ton ore nikel milik PT. Kabaena Kromit Pratama dan beberapa juta metrik ton ore nikel pada RKAB beberapa perusahaan lain di sekitar Blok Mandiodo tanpa melakukan evaluasi dan verifikasi sesuai ketentuan.

Padahal, perusahaan tersebut tidak mempunyai deposit/cadangan nikel di Wilayah Izin Usaha Pertambangannya (IUP-nya), sehingga dokumen RKAB tersebut (dokumen terbang) dijual kepada PT Lawu Agung Mining yang melakukan penambangan di wilayah IUP PT Antam, seolah-olah nikel tersebut berasal dari PT Kabaena Kromit Pratama dan beberapa perusahaan lain yang mengakibatkan kekayaan negara berupa ori nikel milik negara cq PT Antam dijual dan dinikmati hasilnya oleh pemilik PT Lawu Agung Mining, PT Kabaena Kromit Pratama dan beberapa pihak lain.

Menurut perhitungan sementara auditor, keseluruhan aktivitas pertambangan di Blok Mandiodo telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 5,7 Triliun.

Dengan penetapan 2 orang tersangka, maka penyidik telah menetapkan 7 orang tersangka dan proses penyidikan masih terus dalam tahap pengembangan. Diperkirakan tersangka akan bertambah dan tergantung hasil penyidikan lebih lanjut.

Selanjutnya, Tim Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara menitipkan Tersangka SM dan Tersangka EVT untuk dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

“Kemudian pada esok harinya, penahanan akan dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara Kendari, Sulawesi Tenggara untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” terang Ketut Sumedana. ***

Example 300250
Example 120x600