Ketiga tersangka saat dilimpahkan ke Kejari Ambarawa. TT/Ist

 2,465 kali dilihat

Semarang, TN – Tiga orang warga Dusun Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Jawa Tengah, yang menolak pemakaman jenazah positif Covid-19 yakni perawat RSUP dr Kariadi Semarang, yang ditetapkan sebagai tersangka (TSK), segera disidangkan.

Berkas berita acara pemeriksaan (BAP) ketika TSK yang kini mendekam di LP ‘Beteng’ Ambarawa, Kabupaten Semarang, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa dan sudah dinyatakan P21 atau lengkap. Pihak Kejari Ambarawa sekarang ini tengah proses mendaftarkan sidang ke Pengadilan Negeri (PN) Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kasi Pidum Kejari Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rahmat Wibisono SH menyatakan, bahwa proses pendaftaran sidang di PN Ungaran telah dilakukan. Kini, hanya menunggu persidangannya dan rencananya akan dilakukan secara online atau terbuka (datang langsung) masih koordinasi dengan PN Ungaran.

“Yang jelas, sidangnya dilakukan terbuka untuk umum. Namun, sekarang masih berkoordinasi dengan PN Ungaran,” kata Rahmat Wibisono SH kepada wartawan, Rabu (29/04/2020).

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono SE MSi melalui Kasat Reskrim AKP Rifeld Constantine Baba membenarkan jika berkas ketiga tersangka sudah dilimpahkan ke Kejari Ambarawa beserta barang bukti, antara lain telpon genggam dan video dokumentasi ketika para pelaku melakukan penolakan pemakaman. Ketiga tersangka itu adalah THP (31) selaku Ketua RT, BSS (54) dan S (60), yang dianggap sebagai provokator penolakan jenazah perawat yang meninggal dunia karena positif Covid-19.

“Alasan ketiga tersangka melakukan penolakan yaitu takut kepada warganya, rumah warga yang berdekatan dengan makam serta almarhumah itu bukan kelahiran dan warga Sewakul. Ketiga tersangka tersebut, saat menjalani pemeriksaan penyidik sangat kooperatif serta mengaku menyesal melakukan penolakan. Akibat perbuatannya itu, ketiganya dijerat Pasal 212 dan Pasal 214 KUHPidana serta UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandas AKP Rifeld Constantine Baba

Berita lain untuk anda

DPRD Maluku Tuding PT. Adira Berbohong

 2,633 kali dilihat 2,633 kali dilihat Ambon, TN – DPRD Provinsi Maluku menuding PT. Adira Dinamika…

Gubernur Mandacan Harap Aimasi Jadi Contoh Kampung Berdikari

 2,641 kali dilihat 2,641 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI- Mendukung program ketahanan pangan, ketahanan kesehatan masyarakat, dan…

Kabid Humas; Masih Dicek Soal Kabar Penangkapan Crew Double O Pakai Narkoba

 2,639 kali dilihat 2,639 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol…

Gelar Pameran Hasil Karya Siswa, SMP Negeri 1 Ambon Diapresiasi Pemkot

 1,498 kali dilihat 1,498 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse mengatakan,…

Peluang Gugatan Tipis Dikabulkan MK, Patta: Tapi Silakan Kalau AYO Mau Cari Penghiburan

 2,764 kali dilihat 2,764 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Peluang dikabulkannya gugatan pasangan Ali Ibrahim Bauw…

Desember, NTP Provinsi Maluku Sebesar 104,16

 2,497 kali dilihat 2,497 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada…

Di Kaimana Penyebaran Berita Hoax Lewat Medsos Dipantau Polisi

 2,682 kali dilihat 2,682 kali dilihat Kaimana, TN- Polres Kaimana brupaya mengoptimalkan cyber troop. Hal itu…

Melahirkan di Luar Nikah, Mahasiswi Ini Buang Bayinya di Toilet Puskesmas

 2,588 kali dilihat 2,588 kali dilihat Aimas, TN – Diduga karena tak mau menanggung malu akibat…

DPC Demokrat Maybrat Dukung Penuh Lahirnya Provinsi Papua Barat Daya

 10,906 kali dilihat 10,906 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MAYBRAT- Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Maybrat Karel Murafer…

DPRD Maluku Nilai RSUD Haulussy Telah Membuat Kesalahan, Ini Alasannya

 2,293 kali dilihat 2,293 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – DPRD Provinsi Maluku menilai Rumah Sakit Umum…