Kondisi Pesawat yang hancur Gambar Udara. Foto istimewa.

 667 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA- Pesawat Rimbun Air PK-OTW yang sempat dinyatakan hilang kontak di distrik Sugapa, kabupaten Intan Jaya Papua, telah ditemukan dalam kondisi hancur. Semua kru dan awak pesawat diduga tidak ada yang selamat

“Kondisi pesawatnya hancur, kecil kemungkinan selamat, bagian kepala pesawatnya yang paling hancur,” kata Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/9/2021).

Kondisi pesawat yang hancur itu terlihat berdasarkan pengamatan dari helikopter. “Sudah ditemukan di ketinggian 2.400 meter, jaraknya 5-6 km dari Bandara Bilogai ke arah Distrik Homeyo,” ujar Sandi.

Aparat berwenang berencana mengevakuasi korban kecelakaan pesawat Rimbun Air PK-OTW dengan menggunakan jalur darat. Namun, lokasi ditemukannya Pesawat Rimbun Air itu merupakan daerah rawan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Untuk mengantisipasi adanya gangguan dari KKB di wilayah tersebut, aparat keamanan akan didampingi oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

“Memang rawan (KKB) tapi Insya Allah tidak diganggulah. Evakuasi akan melibatkan masyarakat, TNI-Polri, wakil bupati juga sudah ada di sini,” kata Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/9/2021).

Sebelumnya diberitakan, Pesawat Rumbun Air PK-OTW yang dipiloti Mirza dan Fajar sebagai copilot hanya membawa Iswahyudi selaku teknisi. Pesawat yang tengah membawa bahan bangunan tersebut, lepas landas dari Bandara Nabire pada pukul 06.40 WIT. Kontak terakhir antara pilot dengan petugas Airnav Sugapa berlangsung pada pukul 07.30 WIT.

Umumnya waktu tempuh penerbangan dari Nabire ke Sugapa sekitar 40 menit.
Bandara Bilorai Sugapa, merupakan salah satu bandara di Papua yang berada di tepian jurang dan landasannya hanya sepanjang 600 meter, sehingga hanya pesawat berbadan kecil yang bisa mendarat di lokasi tersebut.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan, pesawat yang mengangkut tiga penumpang itu lepas landas dari Nabire menuju Intan Jaya pada pukul 06.40 WIT.

“Pukul 06.40 WIT, pesawat take-off dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Intan Jaya dengan membawa kargo, yaitu bahan bangunan,” kata Adita kepada wartawan.

Komunikasi terakhir Airnav dengan pilot terjadi pada pukul 07.30 WIT. Kemudian, pada pukul 07.37 WIT, pesawat dipastikan hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini.

“Hingga saat ini tidak ada komunikasi dengan Pesawat Rimbun Air PK-OTW,” ujarnya.

Pesawat itu diawaki tiga kru yakni Mirza sebagai pilot, Fajar sebagai copilot, dan Iswahyudi sebagai teknisi, pesawat yang membawa kargo bahan bangunan tersebut tak membawa penumpang umum.

“Saat ini Kantor Otoritas Bandara Wilayah X Merauke melakukan koordinasi bersama Tim Aparat Keamanan dan BASARNAS dalam melakukan pencarian terkait hilangnya kontak pesawat tersebut,” kata dia.

HP Pilot Masih Aktif Pesawat Rimbun Air yang jatuh merupakan pesawat kargo yang membawa bahan bangunan. Diketahui, ponsel milik pilot masih aktif sebelum akhirnya pesawat ditemukan. Namun, sang pilot tak menjawab saat dihubungi.

Sandi pun berharap semua kru pesawat Rimbun Air masih hidup. “HP pilot masih aktif, hanya ditelepon tidak diangkat. Semoga saja pilot dan krunya semua masih hidup, itu harapan kami,” ujarnya.

Dilansir Tribun-Papua.com. Warga Homeyo Sempat Dengar Dentuman Saat pesawat Rimbun Air hilang kontak, warga Homeyo mengaku sempat mendengar suara dentuman.
Hal ini diungkapkan oleh Sandi saat memberikan keterangan mengenai pesawat Rimbun Air yang jatuh.

“Masyarakat Homeyo mengaku sempat mendengar suara ledakan, tapi informasi ini masih belum bisa pastikan benar atau tidak,” jelasnya.

Berita lain untuk anda

Ini Cara Dishub Kendari Cegah Penyebaran Covid-19

 721 total views (dibaca)  721 total views (dibaca) Kendari, TN – Dinas Perhubungan Kota Kendari kembali melakukan…

Wali Kota Makassar Bahas Strategi Makassar Melawan Covid-19

 703 total views (dibaca)  703 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Sudah dua tahun virus Covid-19 merajalela.…

Pemprov Sulsel Dorong Penggunaan Garam Jeneponto

 674 total views (dibaca)  674 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – PLT Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman…

Pangdam XVIII Kasuari Perintahkan Kejar Kelompok Penyerangan Koramil Kisor Sampai Dapat

 702 total views (dibaca)  702 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI- Kasus penyerangan Pos Koramil persiapan Kisor, Kodim…

Selamatkan Cagar Budaya, Ini yang Dilakukan Pemkot Kendari

 788 total views (dibaca)  788 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, KENDARI – Dalam upaya Mempertahankan situs dan cagar…

Lewerissa: PI 10 Persen Harus Diatur Baik, Jangan Timbulkan Konflik

 697 total views (dibaca)  697 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku,…

Majinur: Kapasitas Pasar Wamanggu Merauke Tidak Memadai

 815 total views (dibaca)  815 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM,MERAUKE – Pasar Wamanggu Merauke perlu dilakukan penataan kembali.…

Sebagian Masyarakat Talaud Lebih Pilih Premium Dibanding Pertalite

 687 total views (dibaca)  687 total views (dibaca) Talaud, TN – Pertalite, merupakan salah satu Bahan Bakar…

Wasekjen Demokrat Sebut Jangan Biarkan Reog Ponorogo di Klaim Milik Bangsa Lain

 1,153 total views (dibaca)  1,153 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan…

Aronggear: DPN PKP Tidak Fokus Untuk Masalah PAW, Tetapi Pada Proses Verifikasi

 693 total views (dibaca)  693 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Kepala Bidang (Kabid) Legislator Dewan Pimpinan…