Jampidsus Kejagung, Dr Febrie Adriansyah SH MH. Foto : Ist.

 1,506 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Dr Febrie Adriansyah SH MH, mengungkapkan, saat ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam penanganan tindak pidana korupsi yang awalnya represif menjadi preventif. Karena, penegakan hukum tidak lagi menitikberatkan kepada seberapa banyak perkara korupsi yang ditangani dan pelaku yang dihukum.


“Namun lebih kepada upaya untuk menjamin satu wilayah bebas dari korupsi, serta bagaimana kerugian keuangan negara dapat dipulihkan dengan menggunakan metode follow the money guna memaksimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari hasil penyelamatan keuangan negara,” ujar Febrie Adriansyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu (23/03/2022).


Febrie Adriansyah menjelaskan, upaya yang dilakukan untuk optimalisasi penyelamatan keuangan negara oleh bidang tindak pidana khusus adalah dengan mengoptimalkan penanganan perkara tindak pidana korupsi, yang dilaksanakan melalui strategi, yaitu pertanggungjawaban pidana tidak hanya diarahkan kepada subyek hukum orang perseorangan akan tetapi juga subyek hukum korporasi.


“Tujuan pemidanaan tidak hanya diarahkan kepada subyek hukum orang perseorangan akan tetapi juga subyek hukum korporasi adalah selain untuk memunculkan efek penjeraan tetapi juga akan menghasilkan pendapatan negara, karena korporasi sebagai pelaku tindak pidana akan dihukum untuk membayar denda,” jelas Febrie Adriansyah.


Lalu, lanjut Febrie, penerapan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tidak hanya fokus pada pembuktian unsur merugikan keuangan negara, tetapi juga pembuktian unsur merugikan perekonomian negara.


Pengoptimalan ini, katanya, dipandang perlu karena penanganan perkara tindak pidana korupsi saat ini hanya menitikberatkan kepada pemulihan keuangan negara sedangkan di sisi lain kerugian perekonomian negara akibat tindak pidana korupsi belum menjadi pedoman standar penanganan oleh aparat penegak hukum di Indonesia.


“Hal ini menimbulkan tingkat pemulihan keuangan negara sering kali tidak sebanding dengan opportunity cost dan multiplier economy impact yang timbul sebagai akibat terjadinya tindak pidana korupsi,” ucap mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta itu.


Selanjutnya, tambah Febrie, adalah penerapan secara konsisten tindak pidana pencucian uang (TPPU) sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan tindak pidana asal tindak pidana korupsi.


Penerapan secara konsisten tindak pidana pencucian uang (TPPU) selain untuk efek penjeraan, juga sebagai upaya untuk penyelamatan keuangan negara dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).


“Adapun strategi atau upaya diatas diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi dan efek penjeraan (deterrent effect) kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi, optimalisasi asset recovery sebagai upaya penyelamatan dan pemulihan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara yang terjadi sebagai akibat tindak pidana korupsi serta meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai kemanfaatan praktis pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi,” tutur Febrie Adriansyah.

Berita lain untuk anda

Kacab AirNav Ternate Ditemukan Meninggal Dunia

 1,539 total views (dibaca)  1,539 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, TERNATE – Kepala Cabang Airnav Bandara Sultan Babullah…

Kunjungi Bevak Pintar, Anggota DPR RI Sulaeman Hamzah Berikan Bantuan

 1,414 total views (dibaca)  1,414 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Anggota Komisi IV DPR RI, H.…

Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah Kembali Salurkan Bantuan

 1,412 total views (dibaca)  1,412 total views (dibaca) Merauke, TN – Untuk kesekian kalinya anggota DPR RI…

Jalan Sehat Mengawali Rangkaian Kegiatan HUT Merauke ke-120

 1,507 total views (dibaca)  1,507 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Jalan sehat bersama menjadi pembuka seluruh…

Forum Lintas Suku Asli Papua Apresiasi Polisi Ungkap Kasus Bentrokan Maut di Sorong

 1,419 total views (dibaca)  1,419 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Tertangkapnya belasan pelaku dalam kasus pembakaran Tempat…

NTP di Malut Pada Desember 2021 Turun 0,03 Persen

 1,614 total views (dibaca)  1,614 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, TERNATE – Pada Desember 2021, Nilai Tukar Petani…

Selama Wabah Covid-19, Klaim Secara Online BP Jamsostek Mencapai Rp 1,4 Miliar

 1,453 total views (dibaca)  1,453 total views (dibaca) Sorong, TN – Pengajuan pembayaran klaim peserta BPJS Ketenagakerjaan…

Intip Kegiatan GERAK BS dan Tamarind and Lime ‘Drawing Class’

 3,530 total views (dibaca)  3,530 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus pendiri Gerakan…

Kunker Reses di Spadem, Petani Sayur Minta H. Sulaeman Bantu Alsintan

 1,401 total views (dibaca)  1,401 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem,…

Wali Kota: Kunjungan ke Batang Dua Bentuk Perhatian Pemerintah Kepada Masyarakat

 1,423 total views (dibaca)  1,423 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, TERNATE – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman…