Kepala BPS Provinsi Sulsel, Suntono. Foto-Ist/TN

 3,520 kali dilihat

TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mengaku, jika progres kinerja Provinsi Sulawesi Selatan menampakkan tren yang baik.

“Kalau BPS mengamati kinerja Sulsel relatif baik. Seluruh indikatornya sangat koheren secara statistik. Secara umum, sampai hari ini masih menunjukkan tren yang terus membaik,” ungkap Kepala BPS Provinsi Sulsel, Suntono kepada wartawan, di Makassar, Rabu (6/4/2022).

Ia pun memaparkan indikator makro Sulsel yang menunjukkan tren tersebut. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat kemiskinan dan ketimpangan, ketenagakerjaan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2021 mengalami tren positif yang tumbuh 4,65 persen, dibanding tahun 2020 lalu yang terkontraksi -0,71 persen,” ujarnya.

Untuk inflasi, menurut Suntono, masih relatif terkendali. Tahun 2021, inflasi di Sulsel sebesar 2,26 persen, sementara per Maret 2022, inflasi berada pada angka 1,07 persen.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan angka pengangguran di Sulsel menurun juga menunjukkan tren penurunan.

“Angka pengangguran membaik, meski baru saja pulih (penyebaran menurun) dari pandemi. Agustus 2021 angka pengangguran 5,72 persen, sementara Februari 2021 5,79 persen. Sementara angka kemiskinan trennya sangat bagus, mengalami penurunan, September 2021 8,53 persen, dan Maret 2021 8,78 persen,” jelasnya.

Untuk gini ratio Sulsel juga mengalami penurunan. Pada September 2021, gini ratio di Sulsel berada pada angka 0,377.

“Untuk IPM terus mengalami peningkatan, tahun 2021 IPM di Sulsel berada pada angka 72,24,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, capaian indikator makro kinerja tahun 2021 tercapai atas sinergitas bersama.

“Ini merupakan hasil kerja bersama dan sinergitas kita bersama kabupaten/kota. Alhamdulillah, ekonomi kita mengalami pertumbuhan 4,65 persen yang sebelumnya terkontraksi -0,71 persen,” ungkapnya.

Hasil tersebut, menurut Andi Sudirman, akan menjadi salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Hasil dari paparan ini menjadi bahan bagi kami untuk merumuskan kebijakan yang senantiasa berfokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tandas dia.