Wakil Ketua DPR-PB, H. Saleh Siknun,S.E. (Foto : Abe/TN)

 2,729 kali dilihat

Manokwari,TN- Rencana dilaksanakan karantina terpusat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona melalui orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemabtauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dinilai tidak maksimal bahkan tak berhasil jika gugus tugas penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat dan Kabupaten/ Kota tidak melakukan hal ini.

Wakil Ketua DPR Papua Barat, H. Saleh Siknun,S.E kepada wartawan di Manokwari, Selasa (19/5) mengatakan, gugus tugas penanganan COVID-19 Provinsi dan Kabupaten/ Kota satukan persepsi untuk melaksanakan rencana karantina terpusat bagi OTG, ODP dan PDP.

Menurut Saleh Siknun bahwa seharusnya ada koordinasi yang intens antara gugus tugas Provinsi dan Kabupaten/ Kota supaya mencapai kesepakatan bersama dengan anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2020 masing-masing.

“Kami DPR Papua Barat boleh berkata jujur bahwa masing-masing gugus tugas baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota masih jalan sendiri” ungkap Saleh Siknun kepada awak media di Kantor Gubernur Papua Barat Selasa sore.

Wakil Ketua lembaga legislatif Papua Barat itu mencontohkan gugus tugas Provinsi Papua Barat dengan Kabupaten Manokwari dimana mereka tidak menjalankan garis koordinasi.

Jika Kabupaten Manokwari yang merupakan ibukota Provinsi Papua Barat saja tidak ada koordinasi dalam penanganan COVID-19 tidak jelas, bagaimana dengan daerah lain.

“Seharusnya Manokwari ini menjadi contoh bagi Kabupaten lain, kita juga tidak tahu apakah gugus tugas COVID-19 Kabupaten Manokwari yang tidak jalan atau Gustu Provinsi yang terlalu cepat jalan, perlu ditelusuri” ungkap Saleh.

Politisi PDI Perjuangan ini mengusulkan agar sekertariat gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua digabung dalam satu gedung tinggal dibagi kamarnya.

Supaya tingkat koordinasi antara Kabupaten Manokwari dengan Provinsi Papua Barat berjalan lancar untuk sama-sama menangani persoalan penyebaran virua corona di daerah ini.

Saleh juga berharap gugus tugas penanganan COVID-19 juga lebih intensi membangun komunikasi dengan gustu Kabupaten/ Kota lainnya supaya sama-sama bisa wujudkan karantina terpusat itu.

Berita lain untuk anda

Penerima Vaksin di Ambon Terus Bertambah

 2,588 kali dilihat 2,588 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Warga Kota Ambon yang menerima vaksin Covid-19…

KPU Tunda Pentahapan Pilkada, Ini Respon DPRD

 2,750 kali dilihat 2,750 kali dilihat Ambon, TN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah memutuskan…

Kajari Nabire Dijabat OAP, Yan Christian Warinussy Apresiasi Kejagung RI

 4,183 kali dilihat 4,183 kali dilihat TEROPONGNES.COM, SORONG – Yan Ch Warinussy, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian,…

Jika Hal ini Terjadi ! Dipastikan Harga LPG di Sorong dan Papua Barat jadi Murah

 2,900 kali dilihat 2,900 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Upaya mendukung program konversi BBM ke LPG yang…

Ambon, Kota Paling Toleran se-Indonesia

 2,524 kali dilihat 2,524 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Kota Ambon kembali membawa Provinsi Maluku dalam…

Yohanis Hikoyabi : Yalimo Stop ! Caplok Wilayah Kabupaten Jayapura

 2,543 kali dilihat 2,543 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM – SENTANI – Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)…

Ada Tujuh Mata Lomba akan Meriahkan HUT ke-121 Merauke

 2,375 kali dilihat 2,375 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Sebagai Koordinator Seksi Pertandingan untuk HUT ke-121…

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang Di Kota Sorong Mencapai 48,34 persen

 2,582 kali dilihat 2,582 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota…

Bagi Peserta Tes CPNS, Pemkot Ambon Pertimbangkan Rapid Antigen Gratis

 2,479 kali dilihat 2,479 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Bagi peserta tes CPNS dan PPPK tenaga…

Tahun Ini, Penyuluhan Hukum Terpadu Akan Dilakukan Terbatas

 2,526 kali dilihat 2,526 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Bagian Hukum Setda Kabupaten Merauke punya program…