Jampidum Kejagung, Dr Fadil Zumhana SH MH. Foto : Ist.

 2,750 kali dilihat


TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Upaya Kejaksaan RI menerapkan pendekatan Keadilan Restoratif atau Restoratif Justice (RJ) yakni penyelesaian perkara secara damai di luar persidangan dapat menjadi suatu alternatif dalam penyelesaian suatu tindak pidana. Artinya penyelesaian tindak pidana tidak selalu bersifat retributif (pembalasan).


“Restoratif Justice (RJ) kiranya dapat menjadi solusi dalam penyelesaian sejumlah kasus tindak pidana yang “ringan” dan mencederai rasa keadilan di masyarakat,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum Kejagung, Dr Fadil Zumhana SH MH, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu (23/03/2022).


Dia lalu mencontohkan kasus seorang nenek dipidana dikarenakan mengambil beberapa buah kakao dan seorang kakek dipidana karena mengambil getah karet yang jika dirupiahkan nilainya kurang lebih 17 ribu rupiah.


Kasus tersebut, kata Fadil Zumhana, tentunya mencederai hati nurani masyarakat dan para pencari keadilan, bahkan semakin menasbihkan pepatah “hukum tumpul keatas dan tajam kebawah”.


“Oleh karena itu, kiranya dirasakan perlu adanya suatu alternatif penegakan hukum yang lebih membumi, yang lebih ideal yaitu restoratif justice (RJ),” tandasnya.


Fadil Zumhana mengungkapkan, penyelesaian perkara melalui Restoratif Justice (RJ) mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat, terbukti dengan banyaknya permintaan agar penyelesaian perkara dilakukan melalui proses penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.


Jampidum Kejagung, kata Fadil, telah beberapa kali mengeluarkan petunjuk teknis dalam pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Terakhir dengan surat edaran Jampidum Nomor: 01/E/Ejp/02/2022 Tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.


Terkait dengan RJ ini, Jaksa Agung Burhanuddin pada Rabu (16/03/2022) telah melaunching pembentukan Rumah Restoratif justice yang diharapkan dapat menjadi sarana penyelesaian perkara di luar persidangan (afdoening buiten process) sebagai alternatif solusi memecahkan permasalahan penegakan hukum dalam perkara tertentu yang belum dapat memulihkan kedamaian dan harmoni dalam masyarakat seperti sebelum terjadinya tindak pidana.


“Rumah Restoratif Justice tersebut pada hakekatnya juga diharapkan dapat menjadi triger untuk menghidupkan kembali peran para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat, untuk bersama-sama masyarakat menjaga kedamaian dan harmoni serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sesamanya yang membutuhkan keadilan, kemaslahatan, namun tetap tidak menyampingkan kepastian hukum,” tutur Fadil Zumhana.

Berita lain untuk anda

Ini Opsi Disdik Sulsel Jika Proses Belajar Mengajar Kembali Dilakukan

 2,632 kali dilihat 2,632 kali dilihat Makassar, TN – Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pendidikan Provinsi…

BPBD Sulsel Diminta Siaga Hadapi Fenomena La Nina

 2,656 kali dilihat 2,656 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta BPBD…

Dansatgas TMMD Ke-110 Laksanakan Tatap Muka Dengan Kepala Distrik Wemak

 2,507 kali dilihat 2,507 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Komandan Kodim 1802/Sorong Letkol Inf Budiman S.E. MI.…

PKP di Maluku Terancam Tak Lolos Verifikasi, Ini Masalahnya

 2,679 kali dilihat 2,679 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) di Provinsi…

Gubernur Sulsel Temukan Pelayanan Buruk di DPM PTSP, Ini Klarifikasi Jayadi Nas

 2,630 kali dilihat 2,630 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah melakukan…

Deteksi Gempa Bumi Sejak Dini, BMKG Akan Pasang WRS di 5 Lokasi Di Papua Barat

 2,598 kali dilihat 2,598 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong…

Donor Darah Massal dan Rapid Antigen Gratis Digelar di Polres Merauke

 2,534 kali dilihat 2,534 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Polres Merauke melaksanakan kegiatan donor darah masal…

Pemkot Ambon Bentuk Posko Bersama Ditingkat Kelurahan dan Desa

 2,666 kali dilihat 2,666 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)…

Koppreso Sorong Hadir Mengedukasi Warga bahwa Ular, Biawak dan Kadal tidak Berbahaya

 3,059 kali dilihat 3,059 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Komunitas Peduli Pencinta Reptil Sorong (Koppreso) adalah komunitas…

PH Pemilik Sebidang Tanah di Pantai WTC Desak Pemda R4 Selesaikan Hak Kliennya

 2,857 kali dilihat 2,857 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Kuasa Hukum Keluarga Rahim, Cs Muhammad Irfan,…