Lapak pedagang lokal yang ada di lokasi wisata puncak Piaynemo Raja Ampat. Foto Wim/TN.

 2,307 kali dilihat

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Yacobus Mambrasar, warga kampung Paam distrik Waigeo Barat Kepulauan kabupaten Raja Ampat, sehari-hari bekerja sebagai pedagang souvenir dan makanan siap saji di kaki bukit Piaynemo, salah satu lokasi wisata yang menjadi primadona kabupaten Raja Ampat.

Sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIT, Yacobus Mambrasar bersama isteri dan kedua anaknya yang masih balita itu mulai berangkat menuju kaki bukit Piaynemo untuk mengais rezeki bersama para warga lainnya.

Yakobus Mambrasar pedagang lokal dari kampung Paam yang berjualan di lokasi wisata Puncak Piaynemo. Foto Wim/TN

Perahu dengan mesin tempel 15 Pk merupakan alat transportasi alternatif masyarakat tiga kampung di kepulauan Paam, yaitu kampung Paam, kampung Saukabu dan kampung Saupapir untuk mengangkut barang dagangannya ke lokasi wisata tersebut.

Berharap hasil dagangannya dibeli wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata puncak Piaynemo. Yakobus Mambrasar bersama para pedagang lokal lainnya menyiapkan kelapa muda dan makanan siap saji serta minuman untuk kebutuhan dan keperluan wisatawan di lokasi wisata Piaynemo.

Lokasi wisata puncak Piaynemo berada tepat di antara gugusan pulau-pulau Karts yang jauh dari permukiman warga. Sehingga lapak-lapak kecil yang disiapkan pemerintah Raja Ampat untuk masyarakat menjajakan barang dagangannya menjadi tempat transaksi jual beli satu-satunya di lokasi itu.

Ternyata menurut Yakobus Mambrasar, ada 5 kelompok di 3 kampung, Saupapir, Saukabu dan kampung Paam yang bergilir seminggu sekali untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Ada lima kelompok di tiga kampung yang bergiliran seminggu sekali berjualan di lokasi wisata Piaynemo ini. Ini dibagi supaya semua kampung mendapat bagian untuk berjualan,” ujar Mambrasar.

Diakuinya, sebelum puncak Piaynemo mulai terkenal sebagai daerah tujuan wisata, dan ramai dikunjungi wisatawan asing maupun wisatawan lokal, warga di tiga kampung tersebut dulunya berprofesi sebagai petani Kopra dan pengrajin Senat (tikar dari pelepah sagu) serta ada juga yang berprofesi sebagai nelayan.

“Dulu Piaynemo belum terkenal seperti sekarang ini, kami dulunya bekerja Kopra, menganyam senat dari pelepah sagu dan sebagai nelayan,” terangnya.

Dikatakannya, perekonomian masyarakat kampung Saupapir, Saukabu dan kampung Pam di distrik Waigeo Barat Kepulauan sangat terbantu setelah Piaynemo menjadi lokasi wisata yang terkenal.

“Dalam seminggu saja kami dari setiap kelompok yang berjualan di lokasi wisata Piaynemo bisa mendapatkan untung sampai lima juta rupiah lebih. Itu dari banyaknya wisatawan yang berkunjung sebelum Covid-19 ada,” terang Mambrasar.

Menurut pengakuan Yakobus Mambrasar, ternyata pendapatan warga dari tiap-tiap kelompok yang berjualan di lokasi wisata Piaynemo dulu sebelum Covid-19 mendapat keuntungan yang besar.

“Setelah Covid, dan pemerintah tutup kawasan wisata Piaynemo ini, sudah tidak ada wisatawan yang datang, disitulah pendapatan kami mulai menurun, akhirnya kami kembali ke profesi awal membuat Kopra,” terangnya.

Covid-19 Alasan Minimnya Pendapatan Pedagang Lokal

Sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini, pengaruhnya berdampak hingga pendapatan perekonomian masyarakat, termasuk masyarakat lokal pedagang kaki lima di kaki bukit Piaynemo.

Dermaga speedboat di kaki bukit puncak Piaynemo lokasi wisata primadona Raja Ampat. Foto Wim/TN

Ketiga kampung yang berjualan secara bergilir setiap seminggu sekali ini sangat menggantungkan hidupnya dari wisatawan yang berkunjung di lokasi wisata Piaynemo Raja Ampat.

“Sekarang memang sangat terasa pak. Dulu kami bisa satu Minggu untung sekitar lima juta. Tapi sekarang mau dapat satu juta saja sangat susah. Tergantung wisatawan yang datang,” terang Yakobus.

Memang, setelah pandemi Covid-19 mulai mewabah, dan pemerintah melakukan lock down besar-besaran dan semua tempat-tempat wisata di Raja Ampat ditutup ditambah lagi wisatawan asing diminta meninggalkan Raja Ampat, disitulah awal merosotnya pendapatan para pedagang lokal di Piaynemo.

“Ya..mau bagaimana lagi, sejak itu kami warga Paam, Saupapir dan Saukabu, masing-masing mulai kembali menekuni profesi awal sebagai pengrajin Kopra, kami mulai anyam senat (tikar dari pelepah sagu) dan nelayan. Itu semua untuk bertahan hidup selama pandemi,” jelas Mambrasar kepada media ini di lokasi wisata puncak Piaynemo beberapa waktu lalu.

Diakuinya, saat ini dirinya bersama para pedagang dari kampung Saupapir dan Saukabu sudah mulai beraktifitas kembali di lokasi wisata puncak Piaynemo, mereka sudah kembali menjajakan hasil dagangannya setelah tempat-tempat wisata kembali dibuka pemerintah Raja Ampat.

Berita lain untuk anda

Wakil Bupati Raja Ampat Buka Turnamen Bola Volly Kofnakra Sport Club 2022

 14,197 kali dilihat 14,197 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam,…

DPW NasDem Papua Barat Usulkan 3 Nama Capres 2024-2029

 1,816 kali dilihat 1,816 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA- Ketua Umum DPP Partai NasDem H. Surya Paloh…

Pembahasan RAPBD 2023 Resmi Dibuka, DPRK Raja Ampat Berharap Kebutuhan Pokok Masyarakat Diakomodir

 4,140 kali dilihat 4,140 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Raja Ampat…

Soal Dana Desa, DPRD Raja Ampat Menyurati KPP Pratama Sorong

 2,002 kali dilihat 2,002 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Raja Ampat…

Tahapan Pemilu Serentak 2024 di Raja Ampat Siap Diamankan Polisi

 11,097 kali dilihat 11,097 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Kapolres Raja Ampat, AKBP Andy Prihastomo, S.H,.…

Loka Monitor SFR Manokwari : Selama ini Belum ada Penyalahgunaan Frekwensi Radio di Raja Ampat

 6,943 kali dilihat 6,943 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Unit Pelaksana Tugas (UPT) Loka Monitor Spektrum…

Bersama para Tokoh Hebat di Indonesia, Wakil Bupati Raja Ampat Terima Penghargaan Ini !

 2,076 kali dilihat 2,076 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam…

Otsus Akomodir OAP di DPRK, DPRD Raja Ampat Kumpulkan Tokoh Adat dan Kesbangpol

 2,154 kali dilihat 2,154 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Akan ada orang asli Papua (OAP) yang…

Pemkab Raja Ampat Larang Kapal Belibis Beroperasi Sementara Waktu

 3,787 kali dilihat 3,787 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Pemberhentian sementara operasional armada kapal PT.Belibis Papua…

Polres Raja Ampat Percepat Vaksinasi Covid-19 di Sekolah dan Pasar

 1,825 kali dilihat 1,825 kali dilihat TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Kegiatan percepatan Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 dan…