Ilustrasi harga kebutuhan pokok naik (ist)

 38 total views (dibaca)

Di awal Ramadhan 2022 kali ini, rakyat kembali dihadiahi dengan naiknya berbagai kebutuhan hidup. Di tengah pandemi Covid 19 yang masih tersisa, naiknya berbagai kebutuhan hidup membuat rakyat semakin tercekik.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan menyebutkan, beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah, bawang putih, ayam, telur, gula pasir, tepung terigu, daging sapi. Reynaldi mengatakan bahwa beberapa komoditas yang di pantau sampai detik ini masih cukup tinggi. Beberapa komoditas yang tinggi ini masih di dorong, agar pada fase ke-2 menjelang idul fitri tidak ada kenaikan cukup tinggi, jelas Reynaldi pada pernyataan tertulisnya, Rabu (6/4).

Tidak hanya naiknya komoditas pangan, rakyat juga harus menanggung derita dengan naiknya harga minyak goreng yang masih meroket. Setelah pemerintah mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng, maka per April 2022 Kemendag mencatat harga minyak goreng kemasan premium di posisi Rp26.170 per liter. Sedang minyak goreng curah di posisi Rp18.759 per liter. Begitu juga dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), per 1 April 2022 harga pertamax resmi naik menjadi Rp12.500-Rp13.000 per liter dari sebelumnya Rp9.000-Rp9.400 per liter.

Pemerintah Abai?

Kenaikan semua harga-harga kebutuhan pokok membuat kehidupan rakyat semakin menderita. Rakyat menanggung beban hidup yang semakin hari semakin berat.

Namun, penderitaan yang dialami rakyat saat  ini seolah ditanggapi biasa-biasa saja oleh pihak pemerintah. Dulu saat kenaikan harga cabai, pihak pemerintah justru memberi solusi agar rakyat menanam cabai sendiri. Saat harga minyak goreng naik, rakyat pun diarahkan agar memasak dengan cara mengukus, merebus, atau bumbu rujak. Sungguh, solusi yang ditawarkan tidak memberi jalan keluar terbaik.

Negara yang saat ini menerapkan sistem kapitalisme demokrasi, membuat para kapitalis semakin berjaya. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Harga-harga barang di tengah masyarakat pun dikendalikan oleh mereka. Dan pemerintah justru memuluskan jalan para kapitalis ini dengan membuat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan mereka. Sekali lagi rakyat lah yang harus menjadi korban.

Pemerintah sebagai institusi lembaga yang mengurusi rakyat, sejatinya harus memenuhi semua kebutuhan hidup rakyatnya. Tidak hanya memenuhi kebutuhan bahan pokok, tapi juga harus menjamin adanya pendidikan yang berkualitas, kesehatan, keamanan, keadilan di bidang hukum, dan lain sebagainya.

Pemerintah bisa membiayai seluruh kebutuhan rakyat tersebut dari sumber-sumber pendapatan negara. Seharusnya, pemerintah tidak hanya mengambil pendapatan negara dari pajak rakyat dan hutang luar negeri. Tapi pemerintah bisa mengambil pendapatan negara dari Sumber Kekayaan Alam (SDA) yang dimiliki oleh negara. Misal: hasil tambang (emas, perak, uranium, batu bara, minyak bumi, dll); hasil kekayaan laut, dan sumber kekayaan alam lainnya yang dimiliki negara ini.

Faktanya, kekayaan alam melimpah yang dimiliki, saat ini banyak dikuasai oleh perusahaan swasta asing. Pihak pemerintah justru membuka jalan seluas-luasnya buat masuknya asing menguasai kekayaan alam di Indonesia. Seharusnya negara bisa mengelola kekayaan alam tersebut, dan hasilnya bisa dipergunakan untuk memenuhi kesejahteraan rakyat. Namun sekali lagi, rakyat ibarat tikus yang mati di lumbung padi.

Dengan diberlakukannya sistem kapitalisme demokrasi, pemerintah terkesan abai dengan nasib rakyatnya. Dalam sistem ini, hanya para kapitalis dan kelompok tertentu saja yang bisa merasakan sejahtera. Sedangkan bagi rakyat, kata “sejahtera” masih menjadi hayalan yang masih jauh dari kata nyata.

Berita lain untuk anda

Obligasi Sektor Informal dan UMKM; Keharusan yang Tidak Bisa Ditunda

 9 total views (dibaca) Oleh: ANDI RAHMAT

PERIODE IDEAL MASA JABATAN PRESIDEN

 247 total views (dibaca)  247 total views (dibaca) Oleh : Prasetyo Nugraha Diskursus masa jabatan presiden (presidential…

Sekkot: Walikota Tidore Kepulauan Jadi Ketua Gustu Penanganan Covid-19

 221 total views (dibaca)  221 total views (dibaca) Ternate, TN – Sekretaris Kota Tidore Kepulauan, Asrul Sani…

Kriminalitas Meningkat, Dimana Peran Negara?

 43 total views (dibaca) Oleh : Tutus Riyanti.

Kenapa Ribut Dengan Satgas Covid dan Ramuan Herbavid-19?

 18 total views (dibaca) Oleh: Haris Rusly Moti

Pentingnya Peran Gate Keeper Community Sebagai Partisan dalam Menjaga Proses Demokrasi Berbasis Pemuda

 250 total views (dibaca)  250 total views (dibaca) Oleh : JAMES J KASTANYA, SE, MM Mimpi dan…

Penundaan Pilkada dan Darurat Kemanusian

 250 total views (dibaca)  250 total views (dibaca) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah sepakat untuk menunda…

Membangun SDM Pengawas Pemilu yang Berkarakter Mumpuni di Kabupaten/Kota di Papua Barat

 234 total views (dibaca)  234 total views (dibaca) Oleh : Dr. James J Kastanya .SE.MM(Kordiv.HPPS Bawaslu Kota…

Nation and Character Re-Building: Watak Baru Gerakan Restorasi Indonesia

 22 total views (dibaca) Oleh Prananda Surya Paloh ( Ketua Garda Pemuda NasDem, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem )

Pembangunan Berkelanjutan Melalui Pembangunan Rendah Karbon dan Pengembangan Ekonomi Hijau

 219 total views (dibaca)  219 total views (dibaca) Oleh :Melkianus Sairdekut-Mahasiswa Pasca SarjanaFakultas Pertanian UNPATTI Ambon, Jurusan…