Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Elviana Pattiasina. Foto-Ist/TN

 407 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – DPRD Provinsi Maluku mempertanyakan data stunting milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon. Pasalnya, dari data yang dimiliki tersebut, total ada kurang lebih 13.122 anak dari 600 yang mengalami kasus gizi buruk.

Padahal, Kota Ambon ini punya lima kecamatan yakni Nusaniwe, Leitimur Selatan (Leitisel), Baguala, Sirimau dan Teluk Ambon. Sayangnya, data yang dimiliki itu tidak akurat dan tidak sinkron.

”Jika kita lihat, bahwa ternyata yang terlihat hanya yang terekspos saja. Tetapi masih banyak kasus stunting yang belum terekspos,” kata Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Elviana Pattiasina saat dihubungi dari Ambon, Jumat (9/9/2022).

Untuk mencegah stunting, kata dia, maka yang dibutuhkan adalah kebijakan anggaran, untuk bisa mengatasinya, bukan setelah adanya kasus stunting, barulah ramai-ramai turun lapangan untuk mengobatinya. Dan itu bagi Elviana, sudah terlambat.

Elviana menegaskan, Pemerintah baik Provinsi Maluku maupun kabupaten/kota harus berperan aktif, lantaran itu merupakan hak-hak dasar itu yang harus dijaga.

“Kenapa berbicara stunting baru gelontorkan anggaran. Saya bersama teman-teman di Komisi IV akan mendukung kebijakan anggaran untuk mencegah stunting, agar ke depannya tidak ada lagi data yang ternyata tidak sinkron, dengan fakta di lapangan,” tandas Pattiasina.

Dihubungi terpisah, Ketua Fraksi Pembangunan Bangsa DPRD Provinsi Maluku, Mumin Refra mengaku, kasus stunting atau masalah pertumbuhan pada anak, masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi saat ini.

Ketua Fraksi Pembangunan Bangsa DPRD Provinsi Maluku, Mumin Refra. Foto-Ist/TN

Berdasarkan data Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen (5,33 juta balita), atau turun 6,4 persen dari angka 30,8 persen pada tahun 2018

“Penyebab langsung terjadi stunting yaitu, asupan gizi yang kurang, kemudian masalah kesehatan ibu, dan pola asupan yang kurang baik. Utamanya adalah, asupan gizi yang kurang secara kronis dalam jangka waktu yang panjang,” ungkap Mumin.

Menurutnya, banyak faktor kekurangan dalam pengentasan stunting ini. Selain itu, lingkungan yang buruk, seperti rumah yang tidak layak huni, sanitasi air yang kurang baik, minimnya air bersih, dan jamban yang kurang layak dipakai.

“Persoalan stunting harus cepat diatasi secara serius, mengingat sekitar 2 hingga 3 persen dari pendapatan PDB “hilang” per tahunnya, akibat stunting. Hal ini disebabkan stunting juga beresiko menurunkan kualitas sumber daya manusia,” ujar dia.

Untuk itu, dia meminta Pemerintah Provinsi Maluku dan stakeholder pemangku kebijakan, untuk memiliki target-target dalam rangka menurunkan prevalensi sampai di tahun 2024.

“Yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya. Disisi lain, pemerintah harus dapat menyusun rencana pencapaian setiap target, antara yang menjadi tanggungjawabnya, dan memastikan kecukupan dana, sarana, serta kapasitas implementasinya. Sehingga dapat diketahui perkembangan, capaian, dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, yang kemudian kita bisa mengambil langkah berikutnya, untuk memastikan target prevalensi pada tahun 2024 bisa tercapai,” tandas Refra.

Berita lain untuk anda

Jumlah Pasien Covid-19 Pada 18 Daerah di Sulsel Sudah Melandai

 1,038 total views (dibaca)  1,038 total views (dibaca) Makassar, TN – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,…

ShopeePay Ajak Perempuan Raih Kesuksesan Bisnis dengan Melek Digital

 1,686 total views (dibaca)  1,686 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM , JAKARTA – ShopeePay, layanan pembayaran digital yang…

Maxinus Air Kecewa, Banyak Pejabat Tidak Hadiri Upacara HUT ke-12 Kabupaten Maybrat

 1,049 total views (dibaca)  1,049 total views (dibaca) TEROPNGNEWS.COM, MAYBRAT- Tokoh pemrakarsa kabupaten Maybrat, Maximus Air, mengaku…

Pasien PDP Covid-19 di Kota Sorong Meningkat

 1,013 total views (dibaca)  1,013 total views (dibaca) Sorong, TN- Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 kota Sorong,…

Oktober 2021, Ekspor Maluku Sebesar US$ 1,60 Juta

 1,048 total views (dibaca)  1,048 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Ekspor Maluku pada bulan Oktober 2021…

Nilai Tukar Petani di Malut Pada Februari 2022 Sebesar 105,39

 1,158 total views (dibaca)  1,158 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, TERNATE – Pada Februari 2022, Nilai Tukar Petani…

Tokoh Intelektual Sorsel ini, Angkat Suara Perihal Kritik APSS Terhadap MK

 1,045 total views (dibaca)  1,045 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Pernyataan mengkritisi salah satu tokoh intelektual kabupaten…

Tangkap Dua Pengedar Narkoba Di Kota Sorong, Polisi Amankan 2.2 Kilogram Ganja

 1,029 total views (dibaca)  1,029 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Satuan Narkoba Polres Sorong Kota kembali meringkus…

Ditjen Cipta Karya akan Lakukan Pemeliharaan PLBN Sota

 989 total views (dibaca)  989 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI-PNG…

Ekspor Komoditi di Kaltara Meningkat

 1,083 total views (dibaca)  1,083 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, TANJUNG SELOR – Ekspor komoditi Kalimantan Utara pada…