Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Namlea, Syarifudin. Foto-Ist/TN

 696 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Pemerintah memutuskan memperpanjang insentif pajak sebagai dampak pandemi Covid-19 hingga 30 Juni 2021.

“Pemerintah memutuskan memperpanjang insentif pajak sebagai dampak pandemi Covid-19. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9/PMK.03/2021 yang mulai berlaku pada tanggal 1 Februari 2021,” kata Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Namlea, Syarifudin lewat press releasenya yang diterima media ini, di Ambon, Senin (8/2/2021).

Ia menjelaskan, ketentuan ini terbit menggantikan PMK-86/PMK.03/2020 jo PMK-110/PMK.03/2020 yang mengatur tentang pemberian insentif pajak hingga 31 Desember 2020.

“Insentif ini dapat diberikan apabila kode Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) wajib pajak pada SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019 atau pembetulan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019 telah sesuai dengan KLU pada ketentuan peraturan ini,” jelasnya.

Jadi, lanjutnya, wajib pajak yang sudah memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) atau menyampaikan pemberitahuan pemanfaatan insentif untuk tahun pajak 2020, harus mengajukan permohonan SKB atau menyampaikan pemberitahuan pemanfaatan insentif kembali untuk mendapatkan insentif ini di tahun pajak 2021.

“Pengajuan permohonan, penyampaian pemberitahuan, dan laporan realisasi dapat dilakukan secara online melalui www.pajak.go.id. Laporan realisasi disampaikan setiap bulan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya,” jelasnya.

Sedangkan, lanjutnya lagi, bagi pemberi kerja atau wajib pajak yang hendak memanfaatkan insentif PPh pasal 21 ditanggung pemerintah atau pengurangan besarnya angsuran PPh pasal 25 mulai masa pajak Januari 2021, diberikan relaksasi penyampaian pemberitahuannya sampai dengan 15 Februari 2021.

Selain itu, kata Syarifudin, pemberi kerja, wajib pajak UMKM, dan pemotong PPh final jasa konstruksi P3-TGAI yang akan memanfaatkan insentif PPh ditanggung pemerintah tahun pajak 2020 dapat menyampaikan laporan realisasinya paling lambat tanggal 28 Februari 2021.

Syarifudin menjelaskan, perincian insentif yang diberikan Menteri Keuangan dalam ketentuan ini ada enam, yakni Insentif PPh Pasal 21, Insentif Pajak UMKM, Insentif PPh Final Jasa Konstruksi, Insentif PPh Pasal 22 Impor, Insentif Angsuran PPh Pasal 25 dan Insentif PPN.

Jadi, jelasnya, karyawan yang bekerja pada perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1.189 bidang usaha tertentu, perusahaan yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), atau perusahaan di kawasan berikat dapat memperoleh insentif pajak penghasilan (PPh) pasal 21 ditanggung pemerintah.

Lanjutnya, insentif ini diberikan kepada karyawan yang memiliki NPWP dan penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp 200 juta. Karyawan tersebut akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak yang tidak dipotong karena atas kewajiban pajaknya ditanggung oleh pemerintah.

“Apabila perusahaan memiliki cabang, maka pemberitahuan pemanfaatan insentif PPh pasal 21 cukup disampaikan oleh pusat dan berlaku untuk semua cabang,” ucapnya.

Sedangkan, Pelaku UMKM mendapat insentif PPh final tarif 0,5% sesuai Peraturan pemerintah Nomor 23 tahun 2018 (PPh Final PP 23) yang ditanggung pemerintah. Dengan demikian wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak. Pihak-pihak yang bertransaksi dengan UMKM juga tidak perlu melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM.

“Pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan insentif ini tidak perlu mengajukan surat keterangan PP 23, tetapi cukup menyampaikan laporan realisasi setiap bulan,” katanya.

Berikutnya, wajib pajak yang menerima penghasilan dari usaha jasa konstruksi dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) mendapatkan insentif PPh final jasa konstruksi ditanggung pemerintah.

“Pemberian insentif ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan penyediaan air (irigasi) sebagai proyek padat karya yang merupakan kebutuhan penting bagi sektor pertanian kita,” ujarnya.

Sementara wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 730 bidang usaha tertentu (sebelumnya Nomor SP- 05/2021721 bidang usaha), perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat insentif pembebasan dari pemungutan PPh pasal 22 impor.

Kemudian, wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 1.018 bidang usaha tertentu(sebelumnya 1.013 bidang usaha), perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat pengurangan angsuran PPh pasal 25 sebesar 50% dari angsuran yang seharusnya terutang.

“Selain itu, bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) berisiko rendah yang bergerak di salah satu dari 725 bidang usaha tertentu (sebelumnya 716 bidang usaha), perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat insentif restitusi dipercepat hingga jumlah lebih bayar paling banyak Rp 5 miliar,” tuturnya.

Berita lain untuk anda

Telkomsel Gelar “Dunia Games Waktu Indonesia Bermain”, Total Hadiah Mencapai Rp1,1 Miliar

 769 total views (dibaca)  769 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Telkomsel melalui Dunia Games terus bergerak…

Wisatawan Masuk Piaynemo Ada Aturan, Naik ke Puncak juga Pakai Aturan

 3,632 total views (dibaca)  3,632 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Sebuah foto beredar di media sosial…

Sidang Praperadilan dengan Termohon Polres Sorong Kota Ditunda

 1,493 total views (dibaca)  1,493 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Pihak termohon Praperadilan Polres Sorong Kota tidak…

DPRD dan Pemkot Siap Bahas Lima Buah Ranperda

 307 total views (dibaca)  307 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) resmi…

Gubernur Sulsel: Saya Akan Kerja Maksimal Hingga Akhir Masa Jabatan

 714 total views (dibaca)  714 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah…

Pemprov Sulsel dan Pemkab Gowa Kawal Pemulangan Peserta Ijtima Se-Asia

 750 total views (dibaca)  750 total views (dibaca) Makassar, TN – Polemik kegiatan Ijtima se Asia yang…

Herman Soor, Pria Murah Senyum ini Pimpin Dispora Raja Ampat

 838 total views (dibaca)  838 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati…

Berdiam Diri 10 Hari Hingga Sebulan akan Menurunkan Penularan Covid

 841 total views (dibaca)  841 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevile…

Aliansi Pemuda Taniwel Tolak Aktivitas Perusahaan Tambang Batu Marmer di SBB

 744 total views (dibaca)  744 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Aliansi Mahasiswa Taniwel (ANTARA) bersama masyarakat…

Yuk, Jaga Kesehatan Di Rumah Sambil Join Challenge di Media Sosial!

 42 total views (dibaca) Likee ajak pengguna untuk menjaga kesehatannya di rumah melalui challenge #MeSmoothies, #KelasDanceLikeeID, dan #SelfLoveChallenge