Dua Wakil Sekjen DPP Golkar bersama pengurus partai koalisi pengusung Bapaslon Ir Petrus Kasihiw,M.T – Matret Kokop,S.H (PMK2) jilid II di Bintuni, Minggu (6/9) Foto : ist

TEROPONGNEWS.COM,BINTUNI- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar, Yohanes Manibuy dinilai membangkang terhadap perintah yang dicantumkan dalam surat sakti Dewan Pimpinan Pusat (DPP)

Hal ini terbukti Yohanes Manibuy atau sering dikenal Anisto bersama gerbongnya mendeklerasikan diri serta mendaftarkan di KPU sebagai bakal pasangan calon kepala daerah melawan pasangan calon kepala daerah yang diusung partai golkar.

Padahal sebagai kader partai harus tunduk dan taat terhadap perintah DPP yang tertuang dalam formulir B1 KWK nomor : B1-KWK-266/DPP/ GOLKAR/VIII/ 2020 tanggal 28 Agustus 2020 tentang persetujuan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ir Petrus Kasihiw,M.T – Matret Kokop,S.H, ditandatangani Ketua Umum, Airlangga Hartato dan Sekjen, Lodewijk F. Paulus.

Akibat membangkang terhadap aturan partai dengan tidak mengamankan perintah ketua umum, maka DPP Partai Golkar mengambil alih kewenangan ketua DPD II Partai Golkar Teluk Bintuni.

Pengambilalihan kewenangan DPD II partai Golkar Teluk Bintuni ini tertuang dalam surat keputusan DPP partai golongan karya nomor : SKEP .350/DPP/ GOLKAR / IX/ 2020 tanggal 4 September 2020.

Dalam surat keputusan DPP Golkar tersebut menunjuk dua Wakil Sekjen masing-masing, Herman Hayong dan Derek Loupatty untuk menandatangani dokumen pasangan calon kepala daerah yang diusung Golkar.

Langkah ini memuluskan pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw,M.T – Matret Kokop,S.H (PMK2) jilid II di KPU setempat.

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Derek Loupatty membenarkan bahwa, mereka hadir mewakili ketua umum dan sekjen DPP mengantarakan pasangan calon Petrus Kasihiw – Matret Kokop untuk mendaftar di KPU Teluk Bintuni.

“Menyangkut hal-hal internal pada prinsipnya kami sedang konsolidasi, yang jelas arahan ketua umum sangat jelas bagi kader golkar khususnya tetap taat azas,.bagj yang tidak melaksanakan keputusan DPP akan kita ambil langkah-sesuai.dengan aturan organisasi” tegas Loupatty saat menggelar konfrensi pers di kantor KPU Teluk Bintuni, Minggu (6/9)

Dikatakanya bahwa, pihaknya tetap melakukan evaluasi terhadap kader golkar yang membangkang terhadap perintah DPP.

“Golkar menjatuhkan rekomendasi kepada Pak Petrus dan Pak Matret karena beliau berdua melakukan langkah awal kesuksesan di negeri ini, perlu dicatat bahwa partai golkar adalah partai pemerintah” tambah Dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda