Pasangan kandidat Balon bupati Raja Ampat, AFU -ORI saat disambut massa pendukung di pelabuhan Falaya Waisai. Foto wim/TN.

TEROPONGNEWS.COM, WAISAI- Maju pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Raja Ampat periode 2020-2024 sebagai Petahana, Abdul Faris Umlati (AFU) mempunyai alasan kuat untuk merebut semua rekomendasi Parpol pengusung di Raja Ampat, kecuali partai Hanura.

AFU berpendapat, untuk menghindari peluang konflik yang besar dan berkepanjangan diantara masyarakat Raja Ampat, dirinya berusaha dan berjuang keras untuk mendapatkan semua rekomendasi partai politik dan maju melawan kotak kosong.

“Tujuan saya merebut dukungan dari partai-partai politik berupa rekomendasi, sebagai syarat untuk kami selaku pasangan calon bupati dan wakil bupati maju dalam Pilkada Raja Ampat ini. Semua tujuan saya (AFU) satu saja, bagaimana untuk tidak memberikan peluang konflik yang besar dan berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat Raja Ampat,” ujar Abdul Faris Umlati, kandidat calon bupati Raja Ampat, Jumat (4/9/2020).

Dikatakannya, masyarakat Raja Ampat dari jaman datuk-datuk atau jaman dahulu kala, masih tetap konsukwen dan konsisten serta berpegang pada kekeluargaan dalam asas kebersamaan, budaya leluhur dan kearifan lokal yang telah ditanamkan di tanah bahari ini.

Menurut AFU, sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Raja Ampat, bahwa saatnya bersama Oridek Burdam, mengajak seluruh masyarakat Raja Ampat, termasuk lawan-lawan politik untuk tidak lagi berkotak-kotak atau berkelompok.

“Sebagai orang yang mempunyai budaya dan tradisi yang tinggi, saya mengajak kita semua untuk menghargai proses demokrasi yang berlangsung di kabupaten Raja Ampat ini. Melawan kotak kosong adalah hal yang perlu kita tau bahwa saat kita mendapat pelajaran politik yang baru dimana untuk pertama kali ada dalam proses demokrasi kotak kosong pada Pilkada Raja Ampat, dan saya tau betul, orang Raja Ampat itu tau dan menghargai kedamaian,” jelas Abdul Faris Umlati.

Dijelaskannya, sebagai Bakal calon bupati dan wakil bupati Raja Ampat, dirinya bersama Oridek Burdam hadir di tengah-tengah proses demokrasi bersama masyarakat Raja Ampat adalah pasangan yang representatif, ukurannya adalah sembilan puluh persen perwakilan Parpol di DPRD Raja Ampat telah dimiliki, namun kerja keras dan tanggungjawab dari kandidat, Parpol koalisi dan seluruh lapisan masyarakat, karena melawan kotak kosong juga adalah demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda