Ibu almarhum GR saat berdemo di depan Polres Sorong Kota. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Puluhan warga pulau Doom yang terdiri dari keluarga dan kerabat almarhum GR (21), terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan yang tewas akibat dianiaya tahanan Polres Sorong kota melakukan melakukan aksi demo, Senin (31/8/2020).

Pantauan media ini, massa melakukan aksi demo di depan Mapolres Sorong Kota dengan membawa sejumlah selebaran yang bertuliskan kekesalan mereka terhadap kinerja kepolisian.

Pasalnya, GR terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan tersebut tewas usai dianiaya penghuni tahanan yang ada di Polres Sorong kota. Mereka menilai, kepolisian tidak maksimal dalam melaksanakan tugas dan pengawasan, terutama di dalam sel tahanan Polres Sorong Kota.

Ibu dari Almarhum GR, Rosita Urbinas mengaku sangat kecewa, di mana pihak keluarga secara koperatif menyerahkan anaknya ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum, namun belum 1×24 jam GR sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Saya datang serahkan anak saya ke kantor polisi dalam keadaan sehat, tapi belum 1×24 jam sudah meninggal. Saya menyesal sekali, kalau tahu anak saya juga ditembak di kaki sama polisi, saya tidak akan serahkan dia,” ujar Rosita sambil berlinang air mata.

Rosita juga mengaku kesal, karena kepolisian dinilai tidak dapat melindungi anaknya yang dianiaya oleh tahanan lainnya.

“Orang tua mana yang tahan lihat anaknya diperlakukan seperti ini. Saya tahu anak saya salah, berapa tahun pun dia di penjara saya ikhlas tapi kenapa harus seperti ini. Saya minta juga orang yang aniaya anak saya diproses hukum dengan berat, begitu juga anggota yang menembak kaki anak saya, ” ucap Rosita.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan bahwa pihaknya akan bertanggungjawab jawab atas kejadian itu. Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut.

“Saya sebagai Kapolres bertanggungjawab atas kejadian ini, artinya semua kegiatan dan perintah yang dilaksanakan atas perintah saya, mulai pemeriksaan dan sebagainya. kemudian saya minta, kita juga harus sabar. Saya akan bertindak profesional dan komitmen. Saya tidak akan lihat siapa disitu, kalau ditemukan anggota saya ada pelanggaran saya akan proses, “tegas Kapolres.

Ary menuturkan, bahwa ia tidak sendiri dalam menangani kasus tersebut. Sebab, Diskrimum Polda Papua Barat juga ikut turun tangan melakukan pemeriksaan.

“Silahkan nanti dikawal proses ini, saya juga tidak sendiri, karena kita akan diperiksa Propam Polda Papua Barat dari Diskrimum supaya nanti objektif hasilnya. Nanti kalau sudah ada hasilnya kita akan sampaikan,” pungkas Ary.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda