Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) soal investasi, dengan CEO PT ASEI Bina Holding, Prof Dhulkifl Zaman Khan Aljaafari, Phd. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – CEO PT ASEI Bina Holding, Prof Dhulkifl Zaman Khan Aljaafari mengatakan, masing-masing Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), akan memiliki tugas yang berbeda. Bank Sulselbar akan digunakan dalam proses impor ekspor bahan pertanian dan komoditi lainnya.

Sementara Jamkrida, untuk membantu menggerakkan program ekonomi dan mendukung produk untuk dijembatani antara pemasok luar negeri, dan pengguna dalam negeri.

“Bank Sulsel akan diposisikan untuk membantu mempromosikan fasilitasi perdagangan, antara Indonesia bagian timur ke dunia. Kalau bisa membantu bagian lain Indonesia juga. Jamkrida untuk membantu menggerakkan program ekonomi-menggunakan produknya untuk menjembatani antara pemasok luar negeri, dan pengguna dalam negeri,” ujar dia kepada wartawan, di Makassar, Kamis (13/8).

Ia menambahkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dilakukan pihaknya dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Bank Sulselbar dan Jamkrida akan dipromosikan di luar negeri.

“Bank Sulsel dan Jamkrida untuk mempromosikan kedua organisasi di luar negeri, untuk memungkinkan disediakan untuk sektor riil, dan infrastruktur serta penerimaan di pasar internasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda