Pertemuan BPJS Kesehatan dan beberapa satuan profesi di Merauke. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – BPJS Kesehatan Cabang Merauke melaksanakan pertemuan dengan beberapa satuan profesi yang ada di Kabupaten Merauke. Di antaranya Perhimpunan Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (AIA), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Kegiatan tersebut, bertujuan memaksimalkan monitoring dan evaluasi mengenai pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan (Faskes).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Serli Sanoni, dalam kegiatan tersebut memaparkan materi tentang gambaran layanan persalinan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai pelayanan kesehatan persalinan di Kabupaten Merauke serta membicarakan solusi maupun saran yang dapat diimplementasikan guna meningkatkan pelayanan kesehatan,” ujar Serli, melalui siaran Pers, Rabu (22/7/2020).

Ia pun menyampaikan, selain di FKRTL terdapat di FKTP yang sudah menyediakan layanan neonatal. Neonatal merupakan suatu keadaan yang ada dalam kehidupan pertama pada bayi. Kehidupan pertama yang dialami oleh bayi tersebut biasanya pada usia 28 hari. Layanan persalinan merupakan salah satu layanan kesehatan yang dijamin oleh Program JKN-KIS.

“Saat ini sudah ada 15 FKTP yang telah menyediakan fasilitas pelayanan mulai dari Antenatal Care (ANC), pelayanan Postnatal Care (PNC) sampai persalinan rawat inap. salah satunya yakni FKTP Mopah Baru. Mudah-mudahan FKTP penyedia layanan kesehatan bagi pasien persalinan semakin bertambah guna meningkatkan mutu layanan kesehatan serta memperluas akses jaminan kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Teknis Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) Kabupaten Merauke Ester I. Hutapea, memberikan apresiasi atas meningkatnya akses layanan kesehatan Nenonatal di Kabupaten Merauke. Menurutnya, di era JKN-KIS, para ibu hamil di wilayah setempat sudah mendapatkan layanan kesehatan dengan baik di FKTP maupun di FKRTL.

“Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin meningkat,” katanya.

Hal tersebut terlihat dari peningkatan akses fasilitas kesehatan. Namun di sisi lain, fasilitas kesehatan juga harus konsisten meningkatkan sarana dan prasaran layanan kesehatan. “Peran penting dari Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan, dalam hal ini soal pendistribusian tenaga kesehatan,” tambah dia.

Menurutnya, sejauh ini komitmen pemerintah daerah meningkatkan layanan kesehatan sangat baik, terbukti dengan meningkatnya fasilitas kesehatan yang sudah bisa memberikan pelayanan persalinan rawat inap, jadi pasien tidak perlu lagi ke rumah sakit kecuali dengan kondisi tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda