Anggota DPRD Provinsi Papua Barat, Syamsudin Seknun didampingi kuasa hukum, Yosep Titirlobi. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Modus penipuan dengan menggunakan nama para pejabat di sosial media Facebook masih terus dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mendapatkan keuntungan.

Syamsudin Seknun, anggota DPRD Provinsi Papua Barat kali ini menjadi korban ulah oknum tersebut. Pelaku membuat akun Facebook palsu dengan menggunakan foto dan identitasnya, untuk meminta sejumlah uang kepada orang-orang terdekatnya.

Atas kejadian tersebut, Syamsudin didampingi kuasa hukumnya Yoseph Titirlolobi membuat laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sorong Kota, Senin (20/7/2020).

“Saya selaku kuasa hukum dari Syamsudin Seknun hari ini membuat laporan pelanggaran UU ITe, yang mana ada oknum tak bertanggungjawab menggunakan akun Facebook menggunakan identitas klien kami untuk meminta sejumlah uang, “jelas Yoseph ditemui di Polres Sorong kota, Senin (20/7/2020).

Dikatakan Yoseph, oknum tersebut diketahui meminta sejumlah uang kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengenal Syamsudin Seknun. Bahkan, ada yang sudah sempat mentransferkan sejumlah uang kepada oknum tersebut lewat rekening atas nama Khumairah.

“Ada sekitar 3 korban, tapi yang sudah transfer ada 1 orang dan dia sudah kirim uang sebanyak 2 juta lebih ke rekening BRI atas nama Khumairah, “beber Yoseph.

Yoseph berharap, polisi segera memperoses laporan kliennya dan segera menemukan dan menangkap pelaku, agar bisa memberikan efek jera terhadap pelaku.

Sementara itu, Syamsudin Seknun menjelaskan, terungkapnya modus tersebut saat dirinya menerima pesan screenshoot yang dikirim oleh kerabat dekatnya.

“Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu kemarin, saya dapat informasnya sekitar pukul 19.00 WIT. Saya juga sempat kaget karena keluarga sampaikan bahwa FB saya dihack, sedangkan setahu saya kalau FB saya dihack pasti saya akan tahu. Ternyata akun saya bisa dibuka dan itu bukan dihack. Dari bukti screenshoot yang saya terima, pelaku menggunakan nama saya, terus di dalam nama itu hanya beda 1 huruf yaitu kalau nama saya pakai Y dia pakai SH,”jelas Syamsudin.

Bahkan, kata Syamsudin, untuk mengelabui korbannya, pelaku menggunakan data profilnya baik dari jabatan politiknya maupun kegiatan-kegiatan dewan, dan semua itu diambil dari akun Facebook Syamsudin.

“Jadi terkait korbannya, yang jelas dimintai uang dengan jumlah banyak dan hampir sekitar 30 persen dari pertemanan saya di facebook semua dimintai duit. Tetapi yang baru sempat transfer baru 1 orang. Saya yakin, modus ini pasti masih ada karena ada yang berteman dengan saya di facebook tapi mungkin nomor kontak saya tidak ada di mereka sehingga mereka putus komunikasi,”terang Syamsudin.

Politikus Partai Nasdem ini menceritakan, dirinya juga pernah dimintai bantuan seperti itu lewat akun facebook. Dimana ada akun yang menggunakan nama dari teman sesama anggota DPR Papua Barat untuk meminta uang, sehingga ia bisa tahu mana akun yang hendak melakukan modus penipuan.

“Karena saya tahu itu modus makanya saya tidak terlalu ladeni. Tapi dari foto hingga kalimat dan kata-kata yang digunakan itu sama persis. Kemudian nomor rekeningnya juga sama. Sehingga saya pastikan bahwa ini adalah orang yang sama atau gerombolan yang sama melakukan penipuan menggunakan sosmed,”imbuh Syamsudin.

Syamsudin menambahkan, pihaknya juga akan melaporkan rekening tersebut ke bank BRI untuk meminta pihak bank membuka database pemilik rekening tersebut.

“Kebetulan saya di DPR Papua Barat itu juga duduk sebagai anggota komisi 3 yang membidangi perbankan. Saya berharap pihak perbankan harus melihat ini dengan baik, karena nomor rekening yang digunakan untuk menipu itu sama. Bahkan ada beberapa teman-teman juga yang dimintai uang dengan rekening yang sama. Sehingga saya akan meminta kepada kepala bank dan dia harus tanggapi itu dan database orang itu harus dibuka, agar memudahkan kepolisian untuk menemukan pelaku”tegasnya.

Syamsudin menegaskan, apabila pihak bank tidak menanggapi serius kasus tersebut. Maka Syamsudin akan menggunakan jabatannya untuk bisa menyurat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tujuan agar pihak bank diperiksa.

“Jika tidak ditanggapi dengan baik dan tidak membantu saya selaku korban, saya akan gunakan jabatan saya untuk meminta kepada pimpinan untuk kami bisa menyurat ke OJK, agar bagaimana meminta pertanggungjawaban terkait permasalahan ini. Supaya jangan terindikasi ada pihak yang ikut bermain dalam modus penipuan ini,”tegas Syamsudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

Waduh..! Balon Bupati Teluk Bintuni Dilaporkan Istri Pertamanya

TEROPONGNEWS.COM, TELUK BINTUNI – Salah satu bakal calon (balon) Bupati Kabupaten Teluk…