Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Informasi yang menyudutkan tenaga medis dalam menangani Covid-19, yang bahkan dituding menjadi ladang bisnis membuat Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman gerah. Dia kemudian mengaku, tidak senang dengan tuduhan tersebut.

Andi Sudirman Sulaiman menilai jika ada oknum yang ingin melakukan hal semacam itu, pasti akan berpikir panjang mengingat ancaman hukuman pidana kebencanaan hingga hukuman mati.

“Saya tidak senang dengan adanya kabar tersebut. Jika ada oknum seperti tudingan itu, pasti oknum itu akan berpikir panjang dengan ancaman hukuman pidana kebencanaan hingga hukaman mati,” tegas Wagub kepada wartawan, di Makassar, Sabtu (13/6).

Ia menyebutkan, memberi ruang apresiasi untuk tenaga kesehatan yang tengah berjuang menangani pasien covid-19. Untuk itu, masyarakat perlu menghargai kerja tenaga kesehatan.

“Tenaga kesehatan kita baik dokter, perawat maupun lainnya mempertaruhkan nyawa untuk membantu menangani pasien. Bahkan, rela dipisah dengan keluarganya, dan di karantina sebagai upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Ini tentu perjuangan yang luar biasa yang patut diapresiasi,” ujar dia.

Lebih lanjut Wagub mengaku, tenaga kesehatan adalah, pekerjaan paling beresiko, karena mengharuskan kontak langsung dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), bahkan pasien positif Covid-19 setiap harinya, dan taruhannya adalah nyawa.

“Pekerjaan mereka paling berbahaya, dan mengerikan bisa disejajarkan medan perang, dimana setiap saat nyawa taruhannya, karena kontak langsung dengan pasien,” tegas Wagub.

Orang Nomor dua di Sulsel ini mengajak masyarakat, untuk terus mendukung dan percaya upaya yang dilakukan tenaga medis.

“Mari kita semua terus mendukung upaya, dan langkah yang dilakukan tenaga medis, dan jika ada kekeliruan, masyarakat bisa melaporkan disertai bukti dan sesuai mekanisme yang berlaku,” ajaknya.

Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 selalu terbuka untuk menerima laporan, sesuai mekanisme yang ada.

“Ketika ada kekeliruan dalam pelaksanaan oleh oknum tertentu, maka kami pun terbuka, untuk menerima laporan dengan bukti-bukti sesuai mekanisme yang untuk proses lebih lanjut,” tandas Wagub.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

Waduh..! Balon Bupati Teluk Bintuni Dilaporkan Istri Pertamanya

TEROPONGNEWS.COM, TELUK BINTUNI – Salah satu bakal calon (balon) Bupati Kabupaten Teluk…