Kepala BP2RD Kabupaten Sorong, Oktovianus Kalasuat (kiri) dan Kepala Distrik Aimas, Yuri S.Sos, usai launching loket Simpeda Yawuk Kobok di Kantor Distrik Aimas. Oktovianus menjadi reformer proyek perubahan ini, dalam rangka meningkatkan perolehan pajak daerah. (Foto:Tantowi/TN)

TEROPONGNEWS.COM, AIMAS – Sistem Pembayaran Pajak Daerah (Simpeda) Yawuk Kobok yang menjadi proyek perubahan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Sorong, terbukti mampu mendorong pertumbuhan pembayaran pajak.

Fakta ini tercermin dari pembukaan loket Simpeda Yawuk Kobok di Kantor Distrik Aimas, yang mampu menghimpun perolehan pajak daerah sebesar Rp 20 juta lebih. Padahal, loket itu baru pertama kali di launching setelah disosialisasikan beberapa waktu lalu.

“Secara rinci, perolehan pajak dari loket di Kantor Distrik Aimas sebesar Rp 20.783.806, yang meliputi Rp 20.021.373 dari pajak reklame dan Rp 762.433 dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” jelas Oktovianus Kalasuat, Kepala BP2RD Kabupaten Sorong, Sabtu (13/6/2020).

Loket ini dibuka di gedung bagian samping selatan kantor Distrik Aimas. Menurut Luluk Ifani, salah seorang Wajib Pajak, pembukaan loket ini lebih memudahkan Wajib Pajak yang akan memenuhi kewajibannya membayar pajak. Selain, dengan membayar pajak di loket Simpeda Yawuk Kobok, WP tidak perlu menunggu lama.

Luluk Ifani, salah seorang wajib pajak yang telah memanfaatkan pelayanan di loket Simpeda Yawuk Kobok Kantor Distrik Aimas.

“Bagi saya sendiri, dengan adanya loket ini pembayaran pajak menjadi lebih mudah, cepat dan dekat. Saya tidak perlu lagi pergi jauh ke kantor yang ada di Mariat sana,” kata Luluk, yang telah memanfaatkan loket itu untuk membayar pajak reklame dari UD Joy and Glory.

Sebelum adanya loket Simpeda Yawuk Kobok, setiap kali ada urusan pembayaran pajak, Luluk harus pergi ke Kantor BP2RD yang ada di kompleks Pasar Induk Mariat.

Kepala BP2RD, Oktovianus Kalasuat, untuk mempermudah WP dalam memenuhi kewajibannya, pihaknya akan memperbanyak loket Simpeda Yawuk Kobok di setiap kantor distrik. Di wilayah pinggiran, seperti distrik Salawati dan Mayamuk, akan menjadi target pembukaan loket Yawuk Kobok berikutnya.

“Pasti. Kami akan membuka loket itu di daerah sana untuk mempermudah WP yang akan memenuhi kewajibannya,” tandas Oktovianus, yang baru saja menyelesaikan Diklatpim II Angkatan VI di Makassar ini. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda