Ketua DPD Demokrat Papua Barat, Abdul Faris Umlati, SE. Foto istimews.

TEROPONGNEWS.COM, WAISAI- Mengklaim dan mengaku dirinya pendiri Partai Demokrat (PD), Subur Sembiring dicerca dan mendapat sorotan dari berbagai pihak dan politisi di dalam internal partai, termasuk ketua DPD Demokrat Papua Barat, Abdul Faris Umlati (AFU).

Menurut AFU, pernyataan Subur Sembiring yang mempertanyakan legalitas kepengurusan Partai Demokrat dalam kongres kelima pada Maret 2020 lalu, sangat tidak mendasar.

“Kami menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Subur Sembiring yang mempertanyakan legalitas kepengurusan Partai Demokrat saat kongres Partai Demokrat sedang berlangsung pada bulan Maret lalu itu sangat tidak mendasar dan keliru,” ujar ketua Partai Demokrat Papua Barat, Abdul Faris Umlati, Jumat (12/6).

“Saat itukan pak Subur ada dalam kongres itu, dan beliau juga menyetujui pemilihan ketua umum secara aklamasi yang dibacakan oleh saya sendiri (Abdul Faris Umlati) ketika saya dipercayakan oleh peserta kongres saat itu, artinya semua itukan sudah sesuai dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga Partai Demokrat,” lanjutnya.

Dikatakan, dorongan terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat datang dari 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 516 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh Indonesia, sekaligus mengangkat AHY sebagai Ketum PD secara aklamasi.

“Jadi sangat jelas, ketika kongres kelima di Jakarta saat itu, para ketua DPD dan DPC di seluruh Indonesia yang hadir saat itu, semuanya sepakat satu suara mengangkat AHY sebagai Ketua Umum Demokrat. Pak Subur Sembiring mau apa lagi, AHY adalah pewaris hak kesulungan Partai Demokrat, itu mutlak. Saya rasa pernyataan Subur Sembiring itu sangat keliru untuk realita saat ini,” tegas Abdul Faris.

Sebagai pimpinan Partai Demokrat Papua Barat, kata AFU, pihaknya menolak keras pernyataan Subur Sembiring yang mempertanyakan legalitas formal kepengurusan Partai Demokrat hasil kongres kelima serta pengakuannya sebagai pendiri Partai berlambang bintang mercy itu.

“Kami DPD Demokrat Papua Barat sudah barang tentu menolak dengan tegas pernyataan Subur Sembiring terkait legalitas kepengurusan yang dipimpin AHY serta pengakuannya sebagai pendiri Partai Demokrat. Kami tetap akui AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat,” tandasnya.

Menurut AFU, sudah jelas dalam SK kepengurusan AHY, Menteri Hukum dan Ham telah mengesahkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda