Juru Bicara gugus tugas (Gustu) percepatan penanganan C-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tini. Foto ist.

TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Kasus pandemi corona virus desiase (Covid-19) di kota Sorong Papua Barat ini seperti hitungan matematika, 59 + 8 = 67, 67- 5 = 62. Artinya 59 kasus lama positif Covid-19 ditambah 8 kasus terbaru menjadi 67 kasus, dikurangi 5 pasien yang dinyatakan sembuh dan akan dipulangkan, maka sisa 62 orang positif C-19 yang sedang dikarantina di Badan Diklat oleh tim gugus tugas percepatan penanganan C-19 kota Sorong, per Rabu, 10 Juni 2020.

Menurut juru bicara gugus tugas (Gustu) percepatan penanganan C-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap, dalam meeting zoom, Rabu (10/6) mengatakan, kasusan C-19 di Papua Barat mengalami peningkatan.

Penambahan tersebut sebanyak 8 kasus terbaru berasal dari kota Sorong, sehingga total dari 59 kasus naik menjadi 67 kasus.

Namun bersamaan dengan hal tersebut, sebanyak empat orang dinyatakan sembuh oleh tim Gustu Covid-19 kota Sorong, sehingga total pasien yang sedang dikarantina tinggal 62 orang dari 67 pasien positif yang terkonfirmasi sebelumnya.

Rencananya keempat orang tersebut akan dipukangkan dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing, menyusul satu pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebelumnya.

“Hari ini, di Papua Barat ada penambahan 8 kasus terbaru yaitu dari Kota Sorong. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Kota Sorong, naik menjadi 67 kasus,” ungkap Jubir gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 provinsi Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap, saat memberikan keterangan pers melalui zoom meeting, Rabu (10/6).

Kendati demikian, meski mengalami peningkatan kasus positif, namun disertai juga dengan kabar baik, yaitu sebanyak empat orang pasien yang positif di kota Sorong juga akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Meskipun ada peningkatan kasus positif di kota Sorong, namun ada juga kabar gembira, yaitu sebanyak empat orang pasien positif Covid di kota Sorong, dinyatakan sembuh. Jadi total orang yang sembuh di kota Sorong ditambah satu pasien sembuh sebelumnya maka total menjadi lima orang telah mengalami kesembuhan,” bebernya.

Dari empat orang yang sembuh, sambung Arnoldus, satu diantaranya merupakan pasien terinfeksi positif C-19 pertama dan terlama di kota Sorong, yaitu dengan inisial RK.

Ditambahkan, untuk jumlah orang tanpa gejala (OTG) di kota Sorong mengalami penambahan yaitu sebanyak 87 orang.

Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) mengalami penambahan sebanyak 13 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) ada tambahan 1 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda