Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Umum Gerakan Pemuda Pemudi Maluku Barat Daya (GPP MBD), Wilson Markus. Foto-Ist/TN

Ambon, TN – Kisruh antara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Daniel Saknosiwi dan Kapolres setempat, Norman Sitindaon semakin memanas.

Ini setelah Kapolres dalam klarifikasinya kepada sejumlah media, yang seakan-akan menuding Kasatpol PP bersalah dalam insiden di Penginapan Scorpion, yang merupakan lokasi karantina bagi pelaku perjalanan.

Menyikapi hal tersebut, Gerakan Pemuda Pemudi Maluku Barat Daya (GPP MBD) menilai, Kapolres telah menciderai etika. Kapolres seharusnya melakukan tindakan yang sesuai dengan kewenangannya.

“Sangat tidak etis, ketika Kasatpol PP dibentak di depan banyak orang. Bagi kami, Pak Kapolres tidak menunjukan integritas diri yang sesungguhnya. Jadi, masyarakat yang merupakan pelaku perjalanan merasa, bahwa pihak kepolisian main mengusir saja, tanpa memiliki alasan yang jelas,” tegas Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Umum GPP MBD, Wilson Markus kepada Teropongnews.com, via seluler, Sabtu (30/5).

Apa yang dilakukan Kapolres, kata dia, seakan-akan telah menipu publik, dengan memanfaatkan keadaan yang ada. Untuk itu, GPP MBD mengecam aksi yang dilakukan oleh Kapolres.

Lebih lanjut dia mengancam, akan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran, jika Kapolres tidak segera angkat kaki dari kabupaten berjulukan Kalwedo itu.

“Pak Kapolres bagi kami, tidak menunjukan kewenangan polisi itu seperti apa, dan kewenangan Satpol PP juga seperti apa. Kami mendesak, agar Kapolres segera angkat kaki dari MBD, dan jika tidak dilakukan, maka GPP MBD akan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran,” ancam dia.

Dia kemudian mendesak pihak kepolisian, untuk segera menangkap salah satu dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Tiakur, dr. Valda Agatha Laipeny, lantaran diduga telah menyebarkan berita bohong alias hoax, soal dua pelaku perjalanan di Kabupaten MBD yang positif terpapar Covid-19, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Bisa saya sampaikan, bahwa keluarga dari pelaku perjalanan yang dituduh positif terpapar Covid-19 sudah membuat laporan ke pihak kepolisian. Namun anehnya, sampai saat ini belum ada satupun laporan yang ditindaklanjuti. Makanya, kami telah mendesak polisi untuk menangkap dan memeriksa dr. Valda, dan segera menindaklanjuti laporan keluarga,” tandas Markus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda