Pertemuan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manokwari di Manokwari, Selasa (26/5). (Foto : Ist)

Manokwari,TN- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manokwari telah mengklarifikasi terkait pertemuan mereka di salah satu rumah makan di Jl Merdeka, Kota Manokwari pekan lalu.

Namun sepertinya tidak menyurutkan semangat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manokwari, mereka akan kembali memobilisasi massa untuk melakukan aksi demo Jilid II (dua) di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat dalam waktu dekat.

HMI Cabang Manokwari, menginisiasi untuk menggelar pertemuan dengan maksud menggalang masukan dari beberapa OKPI dan beberapa unsur Umat Islam di Daerah ini sekaligus melakukan aksi yang kedua kalinya dalam waktu dekat.

Pjs. Ketua Umum HMI Cabang Manokwari, Rahmad Jaya mengaku, pihaknya (HMI) telah melakukan pertemuan dengan melibatkan beberapa elemen pemuda dan juga ummat.

“Jadi pertemuan ini adalah inisiatif dari kami HMI Cabang Manokwari, agar menggalang masukan dengan PKPI dan beberapa elemen masyarakat yang ada di Manokwari, untuk menindaklanjuti aksi kita kemarin,” ujar Rahmad melalui keterangan persnya yang diterima media ini, Selasa (26/5)

Lanjut Rahmad, dengan pertemuan ini semuanya sudah memberikan gambaran. bahwa HMI dan juga OKPI lain yang ada di Manokwari, memang peduli dan ingin menyelamatkan Marwah lembaga MUI.

“Kita melihat bahwasanya, MUI adalah kiblat dari Umat itu sendiri. Sehingga kita akan tetap melakukan aksi, dan jika ada umat yang terpanggil hatinya untuk ikut, maka silahkan saja,” ucapnya.

Jadi, mahasiswa islam ini masih tidak percaya karena secara terang-terangan MUI Provinsi Papua Barat dan juga Kabupaten Manokwari, telah terlibat dalam gelombang politik praktis.

“Dalam aksi kami kali ini, memang ada beberapa poin tuntutan akan berubah, tetapi yang jelas nanti pada saat aksi baru dibacakan,” ungkap Rahmad.

Mereka mengancam jika Ketua MUI Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari tidak mundur diri dari jabatanya  maka pihaknya akan menggalang kekuatan dari teman-teman Cipayung untuk menyelesaikan persoalan ini.

Sementara itu, Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah Badan Koordinasi (BADKO) HMI Papua-Papua Barat Samsudin Renuat, menambahkan, pada dasarnya untuk masalah ummat, bukan hanya persoalan person.

“Masalah ini adalah tanggungjawab kita semua, sebagai generasi muda Muslim yang sudah barang tentu, pasti memiliki kepedulian untuk melihat persoalan ini,” ujar Renuat.

Lanjutnya, pada prinsipnya BADKO Papua – Papua Barat tetap mendukung. “Kita di BADKO tetap mendukung, sebab ini adalah sebuah persoalan yang berkaitan dengan ummat, sehingga kami tetap akan mendukung hal itu,” ungkap dia.

“Aksi HMI Cabang Manokwari, hanya ingin mengingatkan bahwa MUI ini bukan lembaga Politik. Dan jika anggotanya ingin bermain politik maka secara person silahkan angkat kaki dari MUI,” tuturnya. Sehingga, menurut dia, jika lembaga ini dikuasai oleh orang-orang dari partai politik, maka sudah barang tentu perjuangan mereka bukan murni lagi untuk Ummmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda