Bupati Raja Ampat (rompi sebelah kiri) saat menyerahkan 12 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Raja Ampat kepada keluarga mereka masing-masing. Foto Humas Raja4.

“Karantina Berbasis Home Stay Diyakini Merupakan Salah Satu Faktor Kesembuhan 12 Pasien C-19 di Raja Ampat”

Waisai, TN- Dua belas pasien Covid-19 di kabupaten Raja Ampat yang dinyatakan sembuh oleh tim gugus tugas (Gustu) percepatan penanganan Covid-19, Selasa pagi (26/5) bersama bupati Raja Ampat menyerahkan kedua belas orang tersebut, kepada keluarga masing-masing.

Acara penyerahan kedua belas pasien tersebut, dihadiri bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU),
Dandim 1805/Raja Ampat, Kapolres Raja Ampat, Ketua DPRD, tenaga medis, dan anggota keluarga.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati,SE dalam arahannya meminta kedua belas warga yang telah sembuh untuk tetap menjaga kesehatan dan protokol kesehatan.

“Saya harap bapak/ibu yang sudah sembuh ini, tetap menjaga kesehatan dan melaksanakan protokol kesehatan yang ada,” ujar bupati AFU.

Kedua belas asien C-19 di Raja Ampat ketika akan dikembalikan ke keluarga masing-masing oleh bupati Raja Ampat. Foto Humas Raja 4

Ia juga berharap agar masyarakat dapat menerima kembali warga yang sembuh.

“Corona ini bukan aib yang perlu ditakuti, dan mereka ini sudah sembuh, terima mereka kembali seperti biasanya,” harap AFU.

Dikatakan, proses karantina dan penyembuhan yang berlangsung di Resort menunjukkan Pemda Raja Ampat sangat serius memberikan pelayanan dan penanganan Covid-19 di Raja Ampat.

Sementara itu, Perwakilan warga yang sembuh, Stefania Arwakon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemda, tim satgas, dokter dan petugas medis yang sudah bekerja keras menyembuhkan warga.

“Apresiasi kepada semuanya yang sudah kerja keras,sembuhkan kami,” kata Stefania.

Menurutnya Peristiwa yang dialami merupakan pengalaman hidup berharga yang tetap dingat.

Setevania juga minta agar tim Satgas memberikan edukasi bagi masyarakat agar mereka yang sembuh bisa pulang, merasa aman, nyaman dan diterima warga.

Sementara itu, dr. Agnes menyatakan upaya penyembuhan berlangsung hampir tiga minggu lebih.
“Saya mewakili teman-teman medis dan satgas menyampaikan terima kasih kepada semua yg ikut serta dalam proses sembuhkan pasien. Terima kasih kepada keluarga yang sabar dan pasien yang sabar. Proses sembuh tidaklah cepat, mereka sudah lewati hampir tiga minggu. Kami bersyukur yang hadir di sini sudah dinyatakan sembuh,” terang Agnes.

Ia juga menjelaskan proses penyembuhan yang berlangsung di homestay/resort dengan suasana yang segar menjadi pengalaman.

“Semoga dengan proses penyembuhan di homestay ini jadi pengalaman, penyembuhan alam, ada suasana refresing, bebas di alam bebas. Jangan lalai bagi yang sudah sembuh. Patuhi anjuran, selalu dalam rumah, jaga jarak, biasakan gunakan masker, makan makanan bergizi, kurangi kontak dengan orang lain,” imbuh dr Agnes. (Humas R4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda