Logo Palang Merah Indonesia (PMI). Foto-Ist/TN

Merauke, TN – Sejak Selasa (5/5) kemarin, pegawai Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Merauke memilih tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Salah satu pegawai UTD PMI yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, aksi dilakukan bersama rekan kerjanya itu, disebabkan lambatnya pengurus PMI, untuk menindaklanjuti usulan dari pegawai terhadap pergantian kepala UTD, yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik selama kurang lebih satu tahun.

“Selama ini, Kepala UTD banyak tidak di tempat, lebih sering keluar daerah, karena sedang kuliah lanjut di Surabaya. Setiap keputusan, banyak yang tidak sesuai dengan kondisi UTD, dan dipaksakan untuk dijalankan walaupun sudah dianjurkan untuk ditinjau kembali,” terang salah satu pegawai UTD PMI Merauke, dalam rilisnya, Kamis (7/5).

Lanjut dikatakan, sejak tanggal 5 Mei hingga berita ini dinaikan, para pegawai masih mogok kerja sambil menunggu hasil rapat pengurus PMI Kabupaten Merauke.

Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan PMI Merauke, Dominikus Ulukyanan mengatakan, beberapa waktu lalu, dirinya telah mendapat surat berupa pernyataan tidak puas dari sembilan karyawan di bagian UTD terhadap pimpinan UTD.

“Berdasarkan surat ini, kami sudah rapat pengurus, dan sudah saya tanda tangan Tim Investigasi, yang terdiri dari Pengurus PMI untuk membahas point demi point pernyataan tidak puas mereka. Sambil melakukan kroscek kebenaran, serta memberi hak jawab pimpinan UTD,” terang Dominikus.

Tim Investigasi sudah bekerja menjalankan tugasnya, dan hasilnya baru akan di laporkan hari Sabtu (9/5), dalam rapat pengurus, yang akan menghadirkan kedua belah pihak.

“Ternyata adik-adik memilih tidak masuk kerja atau mogok. Jujur saja, saya harus beritahu bahwa UTD itu satu bagian dari PMI, bukan sebuah organisasi sendiri. Kami juga akan segera mengaudit keuangan UTD, karena pola lama membuktikan ada penyelewengan dana di sana,” tegas Domin.

Ia menambahkan, mogok kerja bukan berarti PMI tidak operasional. Saat ini, menurutnya, sudah ada tenaga yang lebih siap kerja dan memenuhi kriteria, dan bisa langsung bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda