Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury (kiri), dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdullah Asis Sangkala (kanan). Foto-Rudy Sopaheluwakan/TN

Ambon, TN – Richard Rahakbauw “terdepak” dari kursi Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku dari Partai Golkar. Posisinya sendiri akan diganti oleh Rasyid Effendy Latuconsina.

RR sapaan Richard Rahakbauw merupakan politisi kawakan dari Partai Golkar di Maluku. Banyak yang tidak percaya langkah Partai Golkar untuk mengganti posisi RR dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku. Padahal, RR terkenal vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

DPRD Provinsi Maluku sendiri akan menggelar rapat paripurna yang rencanannya akan digelar Jumat (8/5), atau paling lambat Senin (12/5).

“Jadi tadi, Badan Musyawarah (Bamus) sudah menggelar rapat. Dalam rapat itu, kami sudah menyelesaikan agenda besar. Salah satunya adalah, menetapkan Pergantian Antara Waktu (PAW) Wakil Ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw ke Rasyad Effendy Latuconsina,” ujar kata Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury yang didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdullah Asis Sangkala kepada wartawan, di Balai Rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu (6/5).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Asis Sangkala mengaku salut dengan sikap RR, yang dengan legowo menerima keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, untuk memberikan jabatannya kepada Rasyid Effendy Latuconsina. “Bahkan beliau dengan Pak Efendi juga sudah saling berpelukan,” bebernya.

Bagi Sangkala, DPRD tidak berniat untuk perlambat proses PAW RR Ke Rasyad Effendy Latuconsina. “Kalau ada yang katakan DPRD sengaja perlambat proses itu, saya tegaskan tidak benar. Buktinya, sudah ditetapkan hari ini tinggal diparipurnakan, rencana Jumat atau Senin nanti sudah dilakukan,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam rapat tersebut RR meminta agar DPRD mempercepat proses PAW terhadap dirinya. Ini dimaksudkan, agar tidak lagi ada hambatan di internal Partai Golkar, begitu juga di DPRD Provinsi Maluku. Untuk itu, lanjut Wattimury, proses penetapan PAW lewat rapat paripurna.

Terpisah, Richard Rahakbauw dengan berbesar hati menerima keputusan DPP Partai Golkar untuk melakukan PAW terhadap dirinya.

“Saya dengan legowo bersedia melepaskan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Maluku sesuai keputusan DPP Partai Golkar. Selanjutnya, saya akan melakukan tugas-tugas keseharian sebagai anggota biasa DPRD Provinsi Maluku. Sebagai kader partai, maka sudah selayaknya saya mendukung keputusan DPP demi kejayaan Partai Golkar di Maluku,” ujar RR kepada wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (6/5).

Untuk itu, RR meminta maaf, jika selama memangku jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku ada tindakan dan kata-kata yang tidak menyenangkan yang dilakukannya.

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, agar pergantian pimpinan dilakukan pada hari Jumat dalam minggu ini. Sekaligus saya memohon maaf, jika selama kepemimpinan saya, ada tindakan dan kata-kata yang tidak mengenakkan, sehingga seluruh proses bisa disiapkan untuk menggelar rapat paripurna,” tandas Rahakbauw.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda