Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Foto-Ist/TN

Ambon, TN – Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung ditingkat industri yang sekitar Rp 3.150, dan kemudian ditingkat petani jatuh menjadi Rp 1.300. Hal ini menimbulkan keprihatinan dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah mengaku, para petani khususnya petani jagung harus diselamatkan, agar tidak semakin merugi.

“Saya mengajak, para kepala daerah di Sulsel untuk menyelamatkan petani, terutama petani jagung di tengah wabah Covid-19 ini. Karena HPPyang seharusnya Rp 3.150, tapi di tingkat petani sekarang ini hanya Rp 1.300, tidak ada perubahan harga,” ungkap Nurdin Abdullah kepada wartawan, di Makassar, Selasa (28/4).

Dia menegaskan, seluruh kepala daerah betul-betul harus sosialisasikan kepada masyarakat, terutama yang berdampak jatuhnya harga termasuk perdagangan harus ditata dengan baik, karena petani harus merasakan kesejahteraan.

“Kita harus menata proses perdagangan ini, dengan melakukan proteksi bagi petani-petani kita, dan saya yakin dengan kerja sama yang baik, kita bisa potong rantai perdagangan, karena kasihan kalau para petani terus-terus merugi,” tambahnya.

Dia menegaskan, masalah selisih harga jagung ditengah wabah pandemi Covid-19 sangat tidak wajar.

“Kalau dia mengambil untung yang wajar itu nggak apa-apa, tapi kalau harga di tingkat industri Rp 3.150 masa di tingkat petani masih Rp 1.300, padahal harga telah ditentukan oleh pemerintah. Hanya memang yang bermasalah ini rantai perdagangan yang ada di bawah,” tandas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda