Bandara DEO Sorong. (Dok: Mega/TN)

Sorong,TN – Menyikapi hasil sampel yang telah tiba pada Minggu (19/04) kemarin, dimana pada hasil tersebut terdapat penambahan 2 (dua) orang positif Covid-19, Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau menyampaikan, Bandara Domine Eduard Osok (DEO) akan ditutup mulai tanggal 22 April 2020 hingga 06 Mei 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Walikota Sorong saat melakukan pertemuan dengan tim Satgas Covid-19 Kota Sorong bersama pihak Bandara , Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Sorong, di gedung Samu Siret Kantor Walikota Sorong, Senin (21/04)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menurut Walikota Sorong, satu-satunya cara untuk membatasi penyebaran virus corona (Covid-19), adalah dengan melakukan karantina wilayah yaitu, baik kapal maupun pesawat tidak boleh lagi membawa masuk penumpang ke dalam kota Sorong. Namun sebalik, pesawat ataupun kapal boleh membawa penumpang keluar dari kota Sorong.

“Pesawat boleh masuk di kota Sorong, tapi daerah asal tidak boleh bawa penumpang. Ini berlaku baik udara maupun laut. Kalau kita terima penumpang masuk, konsekuensinya kita harus siap menghadapi virus Corona. Kita karantina wilayah justru untuk membatasi penyebaran virus corona. Kalau sudah menyebar lebih banyak, nantinya kami tidak sanggup untuk mengatasi,” ungkap Walikota.

Dikatakan Walikota Sorong, karantina wilayah akan diberlakukan pada tanggal 22 April 2020, dan Walikota meminta agar pada tanggal 21 April 2020, saat bandara dibuka, penumpang yang diangkut dari luar Sorong tidak boleh melebihi 200 orang. Sementara untuk tanggal 22 April 2020 sampai tanggal 06 Mei 2020 tidak boleh lagi mengangkut penumpang dari luar Sorong.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Sudah sering saya katakan, kalau bicara ekonomi, yangmenjalankan ekonomi itu rakyat, dan yang menikmati ekonomi itu juga rakyat. Saat ekonomi mati, rakyat bisa membangkitkan ekonomi, Tapi kalau rakyat mati, ekonomi tidak bisa membangkitkan masyarakat. Itu persoalan. Situasi dan kondisi memaksakan kita harus berbuat seperti itu. Sayang nyawa jauh lebih berharga daripada kita sayang harta,” tutur Walikota.

Terkait kebijakan penutupan bandara dan pelabuhan laut, Walikota meminta agar tenaga porter di bandara dan TKBM di pelabuhan segera didata nama-namanya. Menurutnya, kebijakan Walikota dengan menutup bandara dan pelabuhan, tentunya mempunyai imbas kepada tenaga porter dan TKBM, dimana mereka pada akhirnya dirumahkan, sehingga perlu diprioritaskan dan diperhatikan.

Disamping itu, Walikota juga membatasi jumlah pesawat yang masuk ke kota Sorong pada tanggal 21 April 2020, yaitu hanya 1 (satu) pesawat saja
Kebijakan itu juga didukung oleh Kepala Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Rasburhany Umar.

Walikota juga meminta pengawasan yang lebih ketat dari pihak bandara saat memeriksa penumpang yang turun dari pesawat pada tanggal 21 April 2020. Hal ini bertujuan agar penumpang yang turun tidak memberi data palsu sehingga tidak mempersulit tim Satgas Covid-19 saat melakukan pengecekan kembali.

Disisi lain, Kepala Bandara, Rasburhany Umar meminta Walikota untuk mempertimbangkan kembali kebijakannya, berhubung informasi mengenai dibukanya bandara DEO pada tanggal 21 April 2020 telah diketahui beberapa maskapai.

“Seandainya tangga 21 hanya dibatasi hanya 1 pesawat yang masuk, mungkin ini akan menimbulkan permasalah di bandara, dengan mereka yang sudah beli tiket. Ini akan menjadi masalah baru. Kami berharap kalau memang tanggal 21 diputuskan hanya satu penerbangan, setidaknya ada surat yang menjadi dasar bagi kami kepada penumpang yang sudah membeli tiket, dan juga kepada maskapai penerbangan Batik dan Sriwijaya,” Jelas Rasburhany.

Lanjutnya, tapi pada dasarnya kami mendukung kebijakan bapak walikota, tapi kami mohon pertimbangannya, karena Informasi mengenai tanggal 21 sudah didapat oleh maskapai, sehingga penjualan tiket sudah berjalan.

Sementara itu, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong, Muhammad Takwim Masuku mengatakan, hingga saat ini kondisi pelabuhan laut masih tetap normal, dimana hanya ada proses bongkar muat untuk kapal-kapal kargo dan itu berjalan dengan baik.

“Sedangkan untuk kapal-kapal perintis, kami sudah perintahkan tetap beroperasi untuk menjaga kestabilan logistik di daerah wilayah Papua Barat. Tapi , untuk penumpang naik sudah kami hentikan, yang datang tidak dijinkan”, ucapnya.

You May Also Like

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

Waduh..! Balon Bupati Teluk Bintuni Dilaporkan Istri Pertamanya

TEROPONGNEWS.COM, TELUK BINTUNI – Salah satu bakal calon (balon) Bupati Kabupaten Teluk…