Kepala Bappeda Teluk Bintuni, Dr Alimudin mengunjungi tempat penampungan hasil kebun mama-mama papua di Bintuni, Selasa (14/4) malam (Foto : Ist))

Bintuni,TN- Meski pun pandemi lcorona virus disease (Covid-19) mewabah dan berdampak pada perekonomian masyarakat, namun hasil kebun mama-mama Papua di Teluk Bintuni terus berproduksi dan laris manis di pasaran.

Dengan menggunakan aplikasi WA group “gerakan beli sayur segar” menjembatani penjual dan pembeli di Bintuni, dimana pesanan akan diantar langsung ke rumah pembeli tanpa harus keluar rumah.

Ketua DPD GSBI Papua Barat yang juga salah satu penggerak “gerakan beli sayur segar” Anis Akwan, kepada media ini, Rabu (15/4) mengatakan, langka ini sebagai upaya mendukung kebijakan Pemerintah Teluk Bintuni perang terhadap corona.

Selain itu, beli sayur segar dari mama-mama papua kita ikut mendukung ekonomi mereka tetap bergerak sehingga langka beberapa anak muda ini bertujuan agar produksi pertanian dari mama-mama papua tetap berjalan di tengah wabah virus corona (C-19).

“Kegiatan ini merupakan bentuk dari upaya membantu mama-mama papua memasarkan  hasil juala-nya kepada pembeli, tujuannya agar ekonomi mama-mama papua tetap bergerak hingga bisa menjadi basis ekonomi yang saling membantu tetapi juga stabilitas pasokan bahan pangan di Bintuni tetap stabil,” ungkap Anis Akwan.

Menurutnya, gerakan anak muda 5 orang itu dikoordinir Melky Marani dengan basis petani mama papua sebanyak 20 orang yang sudah mulai berjalan selama 3 hari dari hari senin.

Dikatakan, dengan adanya musibah wabah virus C-19 ini tidak boleh membuat aktivitas berkebun dari mama-mama Papua berhenti tetapi perlu dukungan semua pihak, untuk saling bantu menggenjot produksi dan produktivitas hasil kebun bisa terdistribusi kepada pembeli secara online.

“Tinggal di rumah beli sayur dan pesanan akan diantar ke rumah, petugas diwajidkan menggunakan masker dan sarung tangan saat mengantar pesanan sayur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda