Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadis dijadikan sebagai rumah sakit awal pengecekan, bagi masyarakat yang mengalami gejala Virus Corona (Covid-19). Foto-Ist/TN

Makassar, TN – Pihak Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi melakukan pengosongan bagi pasien umum. Ini sesuai arahan dan kebijakan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah untuk menjadikan RSKD Dadi sebagai rumah sakit awal pengecekan, bagi masyarakat yang mengalami gejala Virus Corona (Covid-19).

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, untuk screening awal, dilakukan di rumah sakit ini. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi alasan penolakan pasien yang dilakukan oleh rumah sakit.

“Saya kira nanti, tidak akan ada lagi penolakan pasien. Karena kita sudah atur lewat gugus tugas, itu juga jika ada masalah kesehatan di rumah bisa lewat call center dijemput, dan dilihat apa masalahnya. Kalau ringan, kalau bukan di Dadi, ya RS Sayang Rakyat. Tetapi kalau ada komplikasi ya Rumah Sakit Wahidin,” jelas Nurdin Abdullah kepada wartawan, di Makassar, Kamis (9/4).

Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Humas RSKD Dadi, Yunus Paraya mengatakan, untuk pasien umum saat ini mulai dikosongkan, dan RSKD Dadi difokuskan menjadi rumah sakit khusus penanganan Covid-19. “Rencananya seperti itu. Tetapi ada ruangan dan gedung tersendirinya,” kata Paraya.

Tambah Yunus, bagi penanganan pasien jiwa juga memiliki gedung terpisah. “Gedung untuk pasien jiwa terpisah dari gedung isolasi yang digunakan nantinya,” imbuhnya.

Diketahui, RSKD Dadi menjadi salah satu dari tiga rumah sakit bersama dengan RS Sayang Rakyat dan RS Wahidin, sebagai rumah sakit utama penanganan Covid-19 di Makassar.

Adapun peranan masing-masing rumah sakit ini, RS Sayang Rakyat dan RS Dadi dengan kapasitas ada 318 tempat tidur, itu untuk merawat positif covid kategori ringan. Sedangkan bagi pasien yang memiliki penyakit bawaan, kemudian akan dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda