Ternate, TN – Penyebaran Virus Corona (COVID-19) di sejumlah provinsi di Indonesia membuat sejumlah pihak mulai merasa khawatir. Kekhawatiran tersebut juga dirasakan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di kantor Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara (Malut) di Jakarta.

Mereka meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut segera mengambil langkah-langkah konkrit, agar mereka bisa kembali ke Malut, karena virus Corona yang mulai menyerang Pulau Jawa.

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Menpan RB), Tjahjo Kumolo telah mengeluarkan himbauan, agar ASN bisa bekerja dari rumah, guna mencegah makin menyebarnya virus tersebut.

Kendati demikian, hingga saat ini Badan Penghubung Provinsi Malut di Jakarta tak kunjung mendapatkan surat atau petunjuk dari Pemprov Maluku Utara terkait himbauan yang telah disampaikan Presiden.

Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga Pemerintah, dan Protokoler Badan Penghubung Provinsi Malut, Muhammad Imron Kadir mengaku, kantor Badan Penghubung Provinsi Malut di Jakarta masih melakukan koordinasi dengan Pemprov Malut.

“Kami akan melakukan pertemuan dengan Kepala Badan, dan Kepala-Kepala Seksi di lingkungan Kantor Badan Penghubung Provinsi Malut di Jakarta. Ini butuh ada himbauan dari daerah, karena pertimbangannya, acara Nasional ditunda,” kata dia saat dihubungi wartawan dari Ternate, Selasa (17/3).

Pertimbangan lainnya, Menurut dia, kata dia, ASN yang ada Kantor Badan Penghubung Provinsi Malut di Jakarta menggunakan absen finge atau sidik jari.

“Yang kami takutkan, absen seperti ini berpotensi adanya virus, dan ASN setiap pulang kerja, akan membawa pulang virus itu sendiri. Kami berharap ada keputusan cepat dari Pemprov Malut,” tandas Kadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda