Kepala Suku IKKB, Anggota Komisi I DPRD Kota Sorong dan keluarga NA saat mencari informasi kepada petugas medis di Posko Covid -19 di Gedung Diklat Kampung Salak, Kota Sorong, Papua Barat pada Sabtu Sore (30/5).

Sorong, TN – Hasil rilis update kasus positif Covid-19 kota Sorong yang diumumkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Sorong, pada tanggal 28 Mei 2020 diduga ada kejanggalan. Demikian disampaikan Edi Sabara Kota Sorong kepada media ini Sabtu Sore (30/5) di Kampung Salak, Kota Sorong.

Menurutnya, sebagai keluarga salah satu pasien yang dikarantina. Mersasa berkewajiban mengetahui setiap perkembangan kesehatan keluarganya yang sedang dikarantina.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sehingga setelah mengetahui rilis Gustu melalui pemberitaan media, pihaknya melakukan pengecekan data untuk memastikan status keluarganya.

Dalam rilis tanggal 28 Mei 2020 diketahui ada 26 terkonfirmasi sampel yang terdiri dari 18 positif baru dan 8 positif lama. Pada data positif baru terdapat IL (18) dan SE(14) yang berasal dari cluster Gowa. Sementara pada data positif lama diantaranya tertulis BA (39) dan NA (38).

Edi Sabara yang juga Kepala Suku Ikatan Kerukunan keluarga Bima (IKKB) kota Sorong meyakini bahwa inisial NA,BA,IL dan SE adalah kelurganya. Jika benar maka pihaknya akan mengusulkan mereka berempat untuk kumpul karena satu keluarga dan positif semuanya. Namun karena ada perbedaan umur pada NA yang tidak sesuai KTP dan penggunaan inisial BA yang tak lazim karena biasanya hanya inisial B, maka pihaknya berusaha mengklarifikasi kepada Gustu C-19 Kota Sorong .

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Didampingi Anggota Komisi I DPRD Kota Sorong, Edi Sabara Jumat kemarin , (29/5) mendatangi Posko Gustu C-19 kota Sorong di Gedung Samu Siret untuk menanyakan kejanggalan soal usia NA dan inisial BA. Sayangnya keterangan yang diperoleh dari Gustu C-19 kota Sorong bahwa NA dan BA itu bukan inisial keluarganya. Namun itu inisial orang lain.

“Yang saya tangkap dari keterangan mereka, NA dan BA itu bukan keuarga saya tapi orang lain. Mungkin NA keluarga saya akan masuk pada 4 sampel lagi yang akan datang dan diumumkan ,” kata ketua IKKB ini.

Anehnya setelah rilis terbaru pada tanggal 29 Mei 2020, penambahan kasus pasien positif berjumlah 4 orang. Tetapi dari keempat pasien positif tersebut tidak terdapat inisial NA dan BA.

Tidak puas dengan keterangan Gustu C-19 Kota Sorong, Edi Sabara masih didamping anggota Dewan kota Sorong mengorek informasi di lokasi karantina di kampung Salak tadi Sore (30/5). Akhirnya diperoleh keterangan berbeda dari para tenaga medis di gedung Diklat Kampung Salak.

” Informasi yang berbeda justru kami dapatkan disini. Menurut petugas medis bahwa rilis tanggal 28 Mei 2020 NA dan BA benar keluarga saya. Diakui ada kesalahan usia saja. Bagi kami, kesalahan data ini sangat berbahaya dan terindikasi ada manipulasi data,” tegasnya.

Edi menegaskan pandemi virus Corona ini ada masalah yang mendunia, jangan penangananya terkesan hanya bermain saja. Edi juga menyesalkan kinerja Gustu Covid-19 kota Sorong yang hanya asal kejar update data tapi mengabaikan kebutuhan informasi pasien.

“Kan lucu , Gustu justru utamakan rilis terlebih dahulu sementara pasien dan tenaga medis justru belum diberitahu. Berbicara ke publik contoh Si A Positif, namun Si A sendiri dan keluarganya belum diberitahu. Bahkan tenaga medis yang merawat di tempat karantinapun belum diberitahu,” kata Edi.

Menurut Edi, NA di karantina sejak tanggal 3 Mei seharusnya sudah ada kepastian statusnya. Dan ini tugas Satgas untuk menginformasikan bukan sebaliknya. Justru kami sebagai keluarga yang harus mencari informasi tentang statusnya.

Sementara itu, Samsudin Johan yang juga Anggota Komisi I DPRD kota Sorong mengakui ada yang tidak beres . “Sepertinya ada masalah banyak yang kami temui sore ini,” tegasnya.

Samsudin juga mengaku pihaknya selalu ada keinginan untuk berkoordinasi dengan Gustu C-19, karena kesibukan masing-masing sehingga belum terkoneksi. Namun setelah mengetahui adanya persolaan ketidak singkronnya data yang didapat oleh tim kesehatan dengan data yang ada di Satgas berarti masih ada mis.

” Jika tidak ada halangan, kami bersama Komisi I pada hari Selasa akan turun,” kata Samsudin.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari Gustu C-19 kota Sorong. Teropong News akan segera melakukan konfrontir dan konfirmasi untuk dipublikasikan.

Berita lain untuk anda

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

Waduh..! Balon Bupati Teluk Bintuni Dilaporkan Istri Pertamanya

TEROPONGNEWS.COM, TELUK BINTUNI – Salah satu bakal calon (balon) Bupati Kabupaten Teluk…