Kapolres Manokwari Selatan, AKBP Slamet H. Temarvud,S.H. (Foto : Abe/TN)

Manokwari,TN – Untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19), Polres Manokwari Selatan bersama stakeholder lainnya terus melakukan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat Kabupaten setempat.

Kapolres Manokwari Selatan, AKBP Slamet Haryono Temarvud,S.H kepada wartawan di Ransiki, Rabu (27/5) mengatakan, semua pihak yang terlibat dalam tim penanganan COVID-19 bekerjasama menjalankan anjuran pemerintah kepada masyarakat.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kami semua baik dari TNI, Pemerintah, Polri serta stakeholder lainnya sama-sama bekerja sama bagaimana caranya memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di Kabupaten Manokwari Selatan” kata Kapolres Mansel kepada awak media disela-sela kunjungan Gubernur Papua Barat di Kota Ransiki, Rabu sore.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Manokwari Selatan merupakan daerah yang diapit Kabupaten lainnya sehingga pihaknya membangun pos jaga dan menempatkan personilnya di dua tempat perbatasan.

Pos penjagaan itu berada pada Kampung Masabui yang berbatasan dengan Kabupaten Manokwari kemudian satu lagi pos jaga di pintu angin perbatasan dengan Kabupaten Teluk Bintuni dengan melibatkan semua stakeholder.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Yang kita tegakan itu pemerintah baik Provinsi Papua Barat maupun Kabupaten Manokwari Selatan yaitu, diberlakukan pukul 20.00 WIT jalan masuk Mansel sudah ditutup sehingga orang tidak boleh keluar masuk lagi dan dibuka pada pagi hari” ujarnya.

Mantan Kasubdit Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat ini mengatakan, hal ini dilakukan mencegah lajunya penyebaran COVID-19 masuk ke Kabupaten yang dijuluki daerah satelit itu.

Selain itu, pihaknya setiap hari menyampaikan himbauan-himbauan kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk sama-sama melaksanakan protokoler kesehatan seperti wajib menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

Kemudian jaga jarak, tidak boleh berada dalam kerumunan warga, jangan melakukan kegiatan diluar jika dianggap tidak penting dan urgen, budayakan cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

“Memang apa yang kami sampaikan kepada masyarakat berjalan mulus tetapi kita petugas baik Polri maupun Pemerintah tidak bosan-bosan menhimbau kepada masyarakat karena ini untuk kepentingan kita semua” tandas mantan Kasat Reskrim Polres Sorong Kota ini.

Pantauan media ini, setiap kenderaan yang masuk ke Kabupaten Mansel aparat kepolisian memeriksa identitas mereka, kemudian yang sangat penting adalah surat jalan dari Kabupaten asal dengan tujuan apa.

Dalam kunjungan Gubernur Papua Barat di Ransiki, Kapolres Mansel selalu memantau masyarakat yang berada di tempat kegiatan harus selalu menerapkan protokol kesehatan.

Berita lain untuk anda

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

2 Pemotor Terlibat Kecelakaan Maut Di KM. 12 Masuk, Satu Orang Tewas Seketika

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Seorang pengendara sepeda motor berinisial FT (60), tewas…