Sorong, TN -Kepala Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Hukum dan HAM) Provinsi Papua Barat, Anthonius Ayorbaba, S.H, M.Si, mendapat apresiasi dari pengusaha asli Papua dan pembuat Merek Dagang FaHoLo Wabur Grilled Fish, Herman Angelius Baru.

Hal itu disampaikan dalam acara penanda tanganaan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelayanan kekayaan Intelektual serta kegiatan promosi diseminasi kekayaan Intelektual Komunal di Hotel Fave Sorong, Jumat (6/3).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Ada sejumlah masalah usng terjadi di Papua dan Papua Barat, masalah tersebut adalah kemiskinan, pengangguran, rasio generasi, serta treeendahnya IPM Index Pembangunan Manusia, luar biasa terobosan besar yang dilakukan oleh bapak Kakanwil sebagai OAP,” ujar pengusaha OAP dan mantan Direktur Mare Lestari, Herman Angelius Baru, SmTh.

Menurutnya, keberanian Kakanwil PB untuk turun menjemput bola dan mendorong memotivasi dan menuntun OAP agar banyak yang harus terjun ke dunia bisnis jadi pelaku usha menjadi subyek pembangunan bukan obyek atau bukan penonton.

“Beliau dengan stafnya telah berhasil memastikan Hak Cipta, dan merek dagang para pemegang hak dibeberapa Kabupaten di Papua Barat termasuk kota Sorong, Merek Dagang FaHoLo Wabur Grilled Fish Produk Ikan Kering di Oven,” ungkap Mantan Direktur Mare Lestari Itu.

Lebih lanjut Herman Baru menyerukan, Ayo OAP terutama Generasi Muda Papua bangkit di bidang Ekonomi dan Bisnis Jangan habiskan waktu tenaga dan dana dengan kegiatan yang sisia-sia.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Tak bermanfaat seperti urusan politik praktis.orang Papua selama lebih dari lima puluhan tahun menghabiskan waktu dengan urusan politik dengan mengabaikan urusan ekonomi sehingga ekonomi OAP terbengkelai,” ungkapnya.

Sementara Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Maybrat, Yonas Yewen, A.Md.Tek, mengatakan kegiatan tersebut sangat baik dan Orang Asli Papua (OAP) terus mengeluti di dunia wirausah atau bisnis.

“OAP hanya habiskan waktu dan menuggu kegiatan politik atau tes CPNS akhirnya keputusan tersebut membuat OAP tak berdaya dan tidak mampu bersaing secara bisnis,” ujar mantan Jurnalis itu.

Pihaknya Berharap agar Orang Asli Papua harus dituntut mampu bersaing secara sehat di dunia usaha dan bisnis.

“Politik itu pasti butuh money, PNS itu gaji berapa ketimbang anda bisnis. Coba perhatikan Orang Non OAP mereka kebanyak tidak mau Politik dan PNS, kenapa pendapatanya Tunggu bulan, kalau bisnis setiap menit, setiap jam, setiap hari ada uang,” jelas politisi muda partai NasDem itu.

Sorong, TN -Kepala Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Hukum dan HAM) Provinsi Papua Barat, Anthonius Ayorbaba, S.H, M.Si, mendapat apresiasi dari pengusaha asli Papua dan pembuat Merek Dagang FaHoLo Wabur Grilled Fish, Herman Angelius Baru.

Hal itu disampaikan dalam acara penanda tanganaan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelayanan kekayaan Intelektual serta kegiatan promosi diseminasi kekayaan Intelektual Komunal di Hotel Fave Sorong, Jumat (6/3).

“Ada sejumlah masalah usng terjadi di Papua dan Papua Barat, masalah tersebut adalah kemiskinan, pengangguran, rasio generasi, serta treeendahnya IPM Index Pembangunan Manusia, luar biasa terobosan besar yang dilakukan oleh bapak Kakanwil sebagai OAP,” ujar pengusaha OAP dan mantan Direktur Mare Lestari, Herman Angelius Baru, SmTh.

Menurutnya, keberanian Kakanwil PB untuk turun menjemput bola dan mendorong memotivasi dan menuntun OAP agar banyak yang harus terjun ke dunia bisnis jadi pelaku usha menjadi subyek pembangunan bukan obyek atau bukan penonton.

“Beliau dengan stafnya telah berhasil memastikan Hak Cipta, dan merek dagang para pemegang hak dibeberapa Kabupaten di Papua Barat termasuk kota Sorong, Merek Dagang FaHoLo Wabur Grilled Fish Produk Ikan Kering di Oven,” ungkap Mantan Direktur Mare Lestari Itu.

Lebih lanjut Herman Baru menyerukan, Ayo OAP terutama Generasi Muda Papua bangkit di bidang Ekonomi dan Bisnis Jangan habiskan waktu tenaga dan dana dengan kegiatan yang sisia-sia.

“Tak bermanfaat seperti urusan politik praktis.orang Papua selama lebih dari lima puluhan tahun menghabiskan waktu dengan urusan politik dengan mengabaikan urusan ekonomi sehingga ekonomi OAP terbengkelai,” ungkapnya.

Sementara Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Maybrat, Yonas Yewen, A.Md.Tek, mengatakan kegiatan tersebut sangat baik dan Orang Asli Papua (OAP) terus mengeluti di dunia wirausah atau bisnis.

“OAP hanya habiskan waktu dan menuggu kegiatan politik atau tes CPNS akhirnya keputusan tersebut membuat OAP tak berdaya dan tidak mampu bersaing secara bisnis,” ujar mantan Jurnalis itu.

Pihaknya Berharap agar Orang Asli Papua harus dituntut mampu bersaing secara sehat di dunia usaha dan bisnis.

“Politik itu pasti butuh money, PNS itu gaji berapa ketimbang anda bisnis. Coba perhatikan Orang Non OAP mereka kebanyak tidak mau Politik dan PNS, kenapa pendapatanya Tunggu bulan, kalau bisnis setiap menit, setiap jam, setiap hari ada uang,” jelas politisi muda partai NasDem itu.

Berita lain untuk anda

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

2 Pemotor Terlibat Kecelakaan Maut Di KM. 12 Masuk, Satu Orang Tewas Seketika

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Seorang pengendara sepeda motor berinisial FT (60), tewas…