Aksi demo mahasiswa di halaman kantor Walikota Sorong nyaris ricuh. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Puluhan massa yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa dan masyarakat akar rumput melakukan aksi demo di Kantor Wali Kota Sorong, Kamis (30/7/2020). Mereka meminta pemerintah kota Sorong untuk serius mengatasi permasalahan banjir di kota Sorong.

Sebagai bentuk protes, massa membawa sejumlah barang-barang eletronik seperti kulkas, ricecooker, kipas, angin, TV, dispenser yang rusak akibat banjir.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
barang – barang eletronik yang rusak akibat banjir. (Foto:Mega/TN)

Pantauan media ini, Demonstrasi awalnya berlangsung damai di halaman kantor Walikota Sorong . Namun situasi mulai memanas saat demonstran membakar ban bekas. Aksi saling dorong pun tidak terelakkan saat aparat keamanan Polres Sorong Kota berusaha memadamkan api sekaligus membubarkan massa.

Akibatnya, salah satu anggota Polres Sorong Kota terluka dan salah satu mahasiswa dibawa ke Polres Sorong Kota untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut .

salah satu mahasiswa saat dibawa oleh polisi untuk dimintai keterangan. (Foto:Mega/TN)

Setelah kericuhan sedikit mereda, mahasiswa kembali melanjutkan aksinya. Mereka meminta agar Walikota Sorong segera menemui mereka agar bisa menyampaikan tuntutan secara langsung.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kami menilai, Walikota Sorong tidak serius dalam menangani permasalahan banjir ini. Kami minta bapak Walikota segera mengambil langkah kongkrit untuk mengatasi masalah banjir di kota Sorong, terutama di KM. 9 dan di KM. 10 masuk,”ucap salah satu koordinator Aksi, Muhid Rumbalifar.

Selain itu, mahasiswa juga meminta agar Walikota Sorong mencabut izin galian C karena dapat menyebabkan pendangkalan drainase sehingga tidak dapat menampung air hujan.

“Memangnya selama ini apa solusi dari pemerintah kota Sorong ketika terjadi banjir. Jangan hanya menurunkan alat berat ketika banjir saja, tetapi harus dilakukan secara rutin atau sebelum banjir itu terjadi,”keluh mereka.

Menanggapi aspirasi massa,Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, M. M.,mengatakan bahwa hari ini dirinya bersama Gubernur Papua Barat telah melakukan peninjauan di beberapa lokasi rawan banjir di kota Sorong dan juga melihat aktivitas galian C yang disebut-sebut menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

“Sebelum kalian menyampaikan hal ini, kami sudah terlebih dahulu mengerjakannya. Tadi saya bersama bapak Gubernur Papua Barat sudah meninjau lokasi banjir di komplek melati raya dan kampung bugis, untuk bagaimana kita mencari solusi terbaik,”ucap Walikota Sorong.

Walikota meminta agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, karena menurutnya dampak dari membuang sampah sembarangan akan kembali kepada masyarakat itu sendiri.

Usai menyerahkan tuntutannya, sekitar pukul 16.00 WIT massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Namun sayangnya, massa meninggalkan barang eletronik yang rusak akibat banjir begitu saja di halaman kantor Walikota Sorong.

Berita lain untuk anda

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

2 Pemotor Terlibat Kecelakaan Maut Di KM. 12 Masuk, Satu Orang Tewas Seketika

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Seorang pengendara sepeda motor berinisial FT (60), tewas…