Waisai, TN- Polres Raja Ampat menggelar sosialisasi rencana operasi penindakan illegal fising, illegal mining dan illegal loging di wilayah hukum kabupaten Raja Ampat, di aula Wayag kantor bupati Raja Ampat, Rabu (4/3).

Bupati dalam arahanya mengatakan, semua komponen dan pihak terkait di kabupaten Raja Ampat termasuk TNI dan Polri harus saling mendukung satu dengan yang lain dalam melaksanakan instrumen pembangunan, khususnya melalui penegakan hukum.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kabupaten Raja Ampat dengan luas wilayah adalah laut, tentunya membutuhkan dukungan dari semua komponen masyarakat, termasuk TNI dan Polri untuk melaksanakan instrumen pembangunan, khususnya melalui penegakan hukum,” ujar bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, S.E.

Menurut bupati Abdul Faris Umlati (AFU), untuk menjaga dan melindungi wilayah Raja Ampat, tentunya harus melakukan kesepakatan bersama antara TNI dan Polri, mengingat wilayah Raja Ampat sangat luas dengan bentangan alam lautnya.

“Wilayah Raja Ampat ini sangat luas dengan bentangan lautnya, oleh sebab itu kami lemah dari sisi pengawasan dan perlindungan. Dengan itu harus ada kesepakatan bersama antara Pemerintah, TNI dan Polri. Supaya kedepan pengawasan terhada pelanggaran-pelanggaran hukum di wilayah Raja Ampat dapat teratasi,” tegas bupati AFU.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Disamping itu, Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J. W. Manuputty, S.I.K, mengatakan, pihaknya terus mendapat sorotan dengan adanya kegiatan illegal fishing terkait dengan pengeboman ikan, kemudian illegal mining juga terkait dengan beberapa kegiatan kegiatan penambangan maupun hal lainnya yang bisa mencemari lingkungan serta illegal logging di wilayah Raja Ampat.

“Akhir-akhir ini kami (Polres Raja Ampat) terus mendapatkan sorotan terkait adanya kegiatan illegal fising, illegal mining dan illegal loging di wilayah Raja Ampat, oleh sebab itu kami menggelar kegiatan sosialisasi rencana operasi penindakan illegal fising, illegal mining dan illegal loging ini,” jelas AKBP Andre Manuputty.

Dikatakan, alasan dilakukannya kegiatan sosialisasi tersebut adalah untuk menindaklanjuti soroton yang datang dari luar, karena Raja Ampat merupakan salah satu destinasi wisata andalan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

“Akibat dari beberapa kegiatan yang bisa menimbulkan efek negatif kepada wisata Raja Ampat, tentunya terhadap ekosistem dibawah laut dan cagar alam yang ada di tengah hutan maka perlu dilakukan kordinasi lintas sektoral, guna mengatasi hal-hal yang akan mengancam sumber daya alam di Raja Ampat,” tegas Kapolres.

Berita lain untuk anda

Baru saja Ditangkap, Terduga Pelaku Pembunuhan Di Doom Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – GR (21) terduga pelaku pembunuhan seorang Ibu Rumah Tangga…

Warga Pulau Doom Geger, IRT Ditemukan Tewas Di Rumahnya

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Warga pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, kota Sorong…

2 Pemotor Terlibat Kecelakaan Maut Di KM. 12 Masuk, Satu Orang Tewas Seketika

TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Seorang pengendara sepeda motor berinisial FT (60), tewas…