Ilistras minyak Jelantah atau minyak bekas yang digunakan secara berulang.

 395 kali dilihat

Minyak goreng sudah termasuk kebutuhan pokok di indonesia. Penduduk indonesia sangat suka dengan makanan gorengan.seperti ayam goreng,tempe goreng, ikan goreng dll. bekas minyak gorengan tersebut atau yang di sebut dengan minyak jelantah rata-rata di buang sembarangan di selokan air, sungai dan di tanah.

Minyak jelantah termasuk limbah non-B3, namun tetap memiliki dampak terhadap lingkungan jika dibuang sembarangan. Padahal, limbah rumah tangga ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikelola dengan benar. Minyak jelantah bisa diproses menjadi lilin, sabun, bahan bakar minyak, biodiesel.

Evis Sulityani, S.Pd

Bahaya tentang limbah minyak jelantah di masyarakat sangat kurang, masyarakat rata rata  membuang limbah minyak jelantah ke saluran air dan tempat sampah, kemudian berakhir di sungai, laut dan mencemari lingkungan.

Berikut bahaya minyak jelantah yang dikonsumsi antara lain :

1. Kanker

Minyak jelantah yang dipakai berulang kali merupakan sumber radikal bebas. Radikal bebas tersebut menyerang sel-sel sehat dan memicu pertumbuhan abnormal sel kanker. Penumpukan radikal bebas juga akan menyebabkan mutasi gen dan berisiko menjadi sel kanker.

2. Kolesterol

Apabila mengkonsumsi minyak jelantah secara terus menerus menyebabkan penyakit degeneratif seperti kolesterol. Minyak jelantah mengandung asam lemak jenuh tinggi akibat proses pemanasan yang dilaluinya. Jika dikonsumsi, akibatnya adalah penurunan HDL kolesterol serta peningkatan LDL dan total kolesterol.

3. Jantung

Minyak jelantah jika di konsumsi secara berlebihan bakal meningkatkan kolesterol dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. dan menyebabkan penyakit jantung.Makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi seperti gorengan yang memakai minyak jelantah menjadi salah satu penyebab tingginya kasus kematian karena penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah.

Berikut bahaya minyak jelantah yang dibuang sembarangan antara lain :

1. Pencemaran Air

Salah satu bahaya yang jelas dari pembuangan limbah minyak jelantah dengan tidak bijak adalah pencemaran air. Limbah cair ini bakal mengalir ke sungai dan berakhir di laut, menyebabkan pencemaran air yang lebih serius.

Minyak jelantah yang mengapung di permukaan bakal menghalangi sinar matahari, menyebabkan tumbuhan laut tidak bisa berfotosintesis. Kandungan oksigen terlarut di perairan pun jadi menurun. Pada gilirannya, kelangsungan hidup biota laut bisa terancam.

2. Saluran air menjadi tersumbat

Limbah minyak jelantah yang dibuang sembarangan di saluran air tanpa dikelola terlebih dahulu akan menyebabkan penyumbatan pada saluran air atau drainase. Saluran air yang kotor dan tersumbat ini nantinya bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri dan berisiko menimbulkan penyakit

3. Pencemaran Tanah

Minyak jelantah yang dibuang sembarangan ke tanah tidak dapat terurai dan terserap bumi. Minyak jelantah ini akan menggumpal dan menutup pori-pori tanah. Tanah akan menjadi keras dan rusak.sehingga mengurangi kualitas tanah dan bisa menyebabkan banjir

Demikian bahaya mengkonsumsi minyak jelantah bagi kesehatan dan risiko pencemaran yang disebabkan pembuangan limbah minyak jelantah secara sembarabangan. Penulis adalah Guru Biologi SMKN 1 Nawangan Pacitan.