Potret kawasan pelabuhan SAR kota Sorong ramai pengunjung. Senin(6/4).(istimewa)

 233 total views (dibaca)

Sejak diberlakukan satatus belajar, bekerja dan beraktivitas di rumah atau istilah bekennya “Social Distancing”. Muncul aktivitas dan gaya hidup baru, mulai dari mancing, jogging hingga berenang ramai-ramai.  Fakta ini menunjukan  anjuran Social Distancing tidak dipatuhi oleh sebagian masyarakat termasuk para pekerja swasta atau ASN.

Tidak sedikit mereka yang “diliburkan” ternyata tidak mau Stay at Home, mereka ternyata tidak betah dirumah. Padahal mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah pemberlakuan Sosial Distancing tengah bergulir.

Di kota Sorong selain Social Distancing, Waikota telah menetapkan Lock Down sejak 1 April 2020, akses bandara udara dan pelabuhan ditutup. Keseriusan Walikota Sorong dalam mencegah penyebaran Covid – 19 ini mendapat dukungann dari lapisan masyarakat.

Keberanian Walikota patut diancungi jempol karena dengan menutup akses keluar masuk dari kota Sorong otomatis akan memutus mata rantai Covid-19 yang baru. Lantas bagaimana setelah askses ditutup?

Seirama dengan penutupan akses keluar- masuk kota Sorong, seharusnya dibarengi dengan kepatuhan warganya terhadap Social Distancing maupun Physical Distancing.  Sejak berstatus belajar dirumah bagi pelajar dan bekerja dirumah bagi ASN dan sebagaian kecil swasta.  Muncul fenomena gaya hidup baru.

Faktanya, disejumlah titik masih banyak dijumpai kerumanan orang, dibeberapa pantai terpantau justru dipadati pengunjung, padahal sebelum status Social Distancing pantai-pantai ini nampak sepi kecuali hari libur resmi.

Sebagai contoh adalah pemandangan pantai sekitar kawasan pelabuhan SAR pada hari Senin (6/4) terlihat ramai pengunjung. Disana peringatan “Jaga Jarak” tidak berlaku. Yang ada justru wajah ceria dan kegembiraan bersama-sama menikmati “liburan Panjang” serambi Selfie.

Hampir setiap malam himbauan oleh petugas kepolisian terus dikumandangkan melalui kendaraan dengan keliling disepanjang jalan protoler di Kota Sorong. Bagus namun masih kurang efektif. Patroli di tempat-tempat yang dijadikan berkumpul harusnya lebih ditingkatkan oleh petugas Kepolisian, Satpol PP dan komponen Satgas Cocid-19. Khusus petugas kepolisian tidak perlu ragu lagi, maklumat bapak Kapolri sangat jelas.

Ingat Virus Corona adalah nyata dan berbahaya !

Berita lain untuk anda

Mengharapkan Generasi Berkualitas

 28 total views (dibaca) Oleh: TUTUS RIYANTI

Dominasi Generasi Milenial dan Penggunaan Internet

 247 total views (dibaca)  247 total views (dibaca) Oleh : Akbar Sergio Abdul Gawang, S.Tr.Stat Badan Pusat…

Tradisi Inflasi di Bulan Ramadhan

 10 total views (dibaca) Oleh : Irianti, S.Sos

Mencermati Adab Dan Akhlak Dalam Berpolitik

 226 total views (dibaca)  226 total views (dibaca) Oleh: Muksin Inai Ramainya perdebatan politik di ruang publik…

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

 15 total views (dibaca) Oleh: ANDI RAHMAT

Mengharapkan Generasi Berkualitas

 18 total views (dibaca) Oleh: Tutus Riyanti

Pagebluk dan Episode Baru Dunia

 12 total views (dibaca) OLEH : PRASETYO NUGRAHA

Kilas Balik Persiapan Rekrutmen Tim Seleksi yang Berintegritas dan Profesional Menyongsong Pemilu/Pilkada Papua Barat 2024

 234 total views (dibaca)  234 total views (dibaca) Oleh : Dr.James Kastanya, SE, MM Sekapur SirihPeran Perencanaan…

Pentingnya Data Dalam Proses Pembangunan Daerah

 25 total views (dibaca) Oleh : ELIESER YOGI, S.STP. M.Si

Banjir Kota Sorong, Apa Kabar Galian C Sampah Drainase dan IMB

 418 total views (dibaca)  418 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Hanya kurang lebih empat jam diguyur…