Kapolres Raja Ampat, AKBP. Edwin Parsaoran, S.IK, M.IK di dampingi Kasat Reskrim, IPTU Danny Aprizal Saputra S.Trk Saat menunjukan BB. Foto Hizkia/TN

 4,965 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Kapolres Raja Ampat, AKBP. Edwin Parsaoran, S.IK, M.IK didampingi Kasat Reskrim, IPTU Danny Aprizal Saputra S.Trk beserta jajaran penyidik Polres setempat. Jumat, 30 September 2022 merilis Kasus Penganiayaan yang terjadi di pantai WTC beberapa waktu lalu sehingga korban HR meninggal dunia.

Kapolres Raja Ampat menjelaskan kejadian yang terjadi di pantai WTC usai kegiatan HUT partai Demokrat yang menyebabkan korban HR meninggal dunia tersebut akibat dianiaya 7 orang tersangka dengan inisial, DAY, MD, YW, SYK, YVK, HCNW, EK.

Berikut kronologis penganiayaan yang terjadi yang pada akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit dan meninggal pada keesokan harinya.

Pada pukul 24.00 wit korban bersama teman-temannya sedang duduk di patung ikan lumba-lumba sebelah kanan pintu masuk pantai WTC. Korban bersama teman-teman duduk dua kelompok yang jaraknya sekitar 4 meter.

Korban berada pada kelompok yang di atas pundak lumba-lumba, sementara kelompok yang duduk di sekitar kolam lumba-lumba.

Beberapa saat kemudian datang tersangka EK dari panggung hiburan menemui korban dan rekan-rekannya dan mengatakan kepada korban H cuma menang bicara saja. Korban pun membalas dengan mengatakan kamu cuma menang pukul borong saja. Setelah melontarkan kata tersebut, EK kemudian kembali menuju panggung hiburan yang berada di pantai WTC.

Setelah beberapa saat kemudian tersangka MD dengan DAY kembali ke tunggu lumbah-lumbah dan melakukan penyerangan terhadap korban yang masih duduk di atas pundak patung lumbah-lumbah, beberapa saat kemudian datanglah YW dan YVK.

Korban kemudian jatuh kedalam kolam patung lumbah-lumbah akibat pukulan dari DAY, setelah korban terjatuh kedalam kolam patung, datang juga SYK dengan HCNW untuk bergabung bersama rekan-rekannya yang lebih dulu melakukan penyerangan terhadap korban.

Dalam situasi dikerumuni oleh pelaku yang jumlahnya banyak, korban tidak bisa menghindar sehingga baju kaos korban berwarna hitam yang digunakan pada saat itu robek di bagian leher akibat ditarik salah satu pelaku.

Sementara korban di keroyok oleh para tersangka, datanglah AR yang juga merupakan ibu korban untuk melerai keributan tersebut, namun AR yang merupakan ibu dari korban tidak mampu melerai karena tenaga seorang wanita, datanglah saksi lainnya Inisial RM untuk membantu melerai pengeroyokan tersebut dan berhasil. Saat itu pula datang polisi untuk mengamankan para pelaku.

Setelah korban berhasil di amankan ke rumahnya, korban kembali mara dan mengambil sebuah gergaji kayu setelah mendengar berikan diluar rumah yang mengatakan “gara-gara kamu sampe saya pu mama mantu mau mati di depan aska” dan jalan menuju pertigaan depan pintu gerbang pantai WTC.

Amarah korban yang membawa gergaji menuju pintu gerbang pantai WTC membuat para pelaku kembali melakukan pengeroyokan terhadap korban, dimana pada saat itu petugas sedang focus membubarkan masa yang saat itu berada di pintu gerbang pantai WTC dengan mengeluarkan tembakan sebanyak satu kali sehingga korban yang saat itu telah tergeletak di atas aspal berhasil diamankan.

Karena kondisi korban yang memprihatikan maka, korban di larikan ke rumah sakit umum Waisai raja Ampat untuk mendapat pertolongan dan pada keesokan harinya sekitar pukul 10:00 WIT korban dikabarkan meninggal dunia.

Adapun barang bukti yang diamankan Polres Raja Ampat berupa 1 buah kaos berwarna hitam, 1 buah gergaji kayu, 1 potong kayu ukuran 5×5 panjang 1 meter.

Perbuatan para tersangka diduga melanggar Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHPidana, Subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan hukuman 12 Tahun Penjara.

Berita lain untuk anda

Silaturahmi Dengan Insan Pers di Sorong, PT ANJ Paparkan Sejumlah Pencapaian

 1,422 total views (dibaca)  1,422 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM,SORONG – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ), telah…

Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis Dilaporkan ke Ombudsman Soal Maladministrasi

 1,012 total views (dibaca)  1,012 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Koalisi Pembela Lintas melaporkan Rektor IAIN Ambon, Zainal Abidin…

Lindungi Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Sorong Atur Jarak Aman Pelayanan

 1,666 total views (dibaca)  1,666 total views (dibaca) Sorong, TN – Meski wabah virus corona tengah melanda…

Demokrat Siapkan BMW Maju Pilkada Kota Ambon

 1,507 total views (dibaca)  1,507 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Michael Wattimena yang akrab disapa Bang…

Esai Isir Berkomitmen Bangun Gedung Sekolah Minggu Jemaat GKI Bethesda Sorong

 1,682 total views (dibaca)  1,682 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Kordinator unsur Ekonomi Pembangunan (EkuBang) jemaat GKI…

Petugas CIQS Memperketat Pemantauan Warga Di PLBN Sota Merauke

 2,241 total views (dibaca)  2,241 total views (dibaca) Merauke, TN – Antisipasi penularan virus corona atau covid-19,…

Polri Tanggapi Video Viral Keluarga Ambil Paksa PDP dan Jenazah Jatuh dari Peti

 1,550 total views (dibaca)  1,550 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tanggapi…

Jelang Kongres A3, Semuel Kambuaya Gelar Rapat Bersama Kadistrik dan 12 Kepala Kampung Se Aitinyo Utara

 1,442 total views (dibaca)  1,442 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MAYBRAT – Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB)…

TP PKK Kabupaten Sorong Obral Doorprize di Alun-Alun Aimas

 2,255 total views (dibaca)  2,255 total views (dibaca) Aimas, TN – Perayaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke…

Pakaian Layak Pakai Dibagikan ke Warga Okor oleh Satgas TMMD-112

 1,367 total views (dibaca)  1,367 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Usai melaksanakan ibadah bersama masyarakat Kampung…