Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum

Jampidum Ogah Berkomentar Soal Puluhan Senpi Tidak Dimusnahkan

×

Jampidum Ogah Berkomentar Soal Puluhan Senpi Tidak Dimusnahkan

Sebarkan artikel ini
Jampidum Asep Mulyana.
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA- Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Asep Mulyana menolak menanggapi dugaan tidak dimusnahkannya puluhan senjata api ilegal yang telah berkekuatan hukum tetap milik terpidana dr Irfan Pramudyana alias Irfan bin Dedi Samsudin oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

“Tolong ke Puspenkum yaa..,” ucapnya singkat Jampidum Asep Mulyana, Selasa (9/7/24) melalui pesan singkat.

Example 300x600

Perlu diketahui keberadaan puluhan senjata api tak berizin tersebut, berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakut pada 12 Desember 2023, harus dimusnahkan. Akan tetapi hingga kini puluhan pistol ilegal dimaksud masih misterius.

Kajari Jakarta Utara Dandeni Herdiana pun menutup rapat informasi terkait hal dimaksud. Kendati pewarta telah meminta konfirmasi melalui aplikasi whatsapp, Selasa (9/7/24), namun hingga pemberitaan ditayangkan tak ada respon darinya.

Sementara itu Humas Pengadilan Negeri Jakut Maryono, saat ditanya mengenai keberadaan barbuk senpi tanpa izin apakah sudah dihancurkan atau belum, dirinya tidak mengetahui secara pasti.

“Tapi ada kemungkinan sudah dilaksanakan (eksekusi barbuk senpi), karena perkara ini sudah lama berkekuatan hukum tetap,” aku Hakim Maryono melalui pesan tertulis, Selasa (9/7/24).

Menurut keterangan Hakim Maryono perkara kepemilikan senjata api atas nama dr Irfan bin Dedi Samsudin sudah inkrah pada 13 Desember 2023.

“Sesuai informasi pada laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), pekara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap (BHT) tanggal 13 Desember 2023,” tutup Maryono.

Dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menyindangkan perkara dr Irfan adalah: Shubhan Noor Hidayat dan Ari Sulton Abdullah dari Kejari Jakut pada 12 Desember 2023.

Sebagai informasi, kasus kepemilikan senjata api ilegal yang mencatut TNI Angkatan Darat (AD) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang diungkap Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu, ternyata sudah disidang.

Terdakwa atas nama dr Irfan Pramudyana alias Irfan divonis 1 tahun penjara atas kepemilikan senjata api ilegal tersebut.

Dalam amar putusan yang disalin dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Irfan dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api.

“Menyatakan terdakwa dr Irfan Pramudyana alias Irfan bin Dedi Samsudin, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak dalam dakwaan kesatu. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun,” demikian amar putusan dilansir dari SIPP PN Jakarta Utara, Kamis (28/12/2023).

Putusan tersebut lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut terdakwa dihukum selama 1 tahun 6 bulan penjara. Sofyan

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *