Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaLingkungan

Sekda DKI Minta Campur Tangan Masyarakat dalam Mengatasi Polusi Udara di Jakarta

×

Sekda DKI Minta Campur Tangan Masyarakat dalam Mengatasi Polusi Udara di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Potret udara saat pagi hari di sekitar Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, Selasa (5/9/2023). (Foto : Pierre Ombuh/TN)
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Joko Agus Setyono mengatakan dalam mengatasi polusi atau kualitas udara yang buruk di Jakarta harus ada campur tangan masyarakat. Permasalahan serius ini harus segera ditangani guna meminimalisir korban yang terserang penyakit Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Sebab menurut Joko, banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu Pemprov DKI dalam mengurangi polusi udara. Berawal dari berhemat dalam penggunaan energi dari rumah, seperti mematikan lampu dan memutus sumber aliran listrik jika sudah tidak lagi digunakan.

Example 300x600

Kemudian dari segi mobilitas, Joko mengimbau masyarakat agar menggunakan transportasi publik dalam bepergian. Akan tetapi, jika menggunakan kendaraan pribadi, agar segera melakukan uji emisi kendaraan dan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.

“Masyarakat juga kami anjurkan menanam pohon dan tanaman di lingkungan masing-masing, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan memperbanyak jalan kaki yang punya banyak manfaat untuk kesehatan,” kata Joko dalam keterangan resminya dikutip TeropongNews, Selasa (5/9/2023).

Lebih lanjut dalam pelaksanaannya, Joko telah menginstruksikan kepada para wali kota dan bupati untuk mengoordinasikan para camat dan lurah, lalu melaporkan hasil pelaksanaannya secara berkala setiap dua minggu sekali melalui Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta.

Tak ketinggalan, Joko juga mengimbau para camat agar menugaskan dari unsur kecamatan untuk melakukan koordinasi, sosialisasi, pendampingan, monitoring pelaksanaan, hingga melaporkan hasilnya secara berkala setiap dua minggu sekali kepada wali kota atau bupati.

“Dan para lurah agar menugaskan unsur kelurahan, RT, RW untuk berkoordinasi dalam rangka memberikan imbauan kepada masyarakat untuk bahu-membahu dalam upaya menurunkan polusi. Ini kerja bersama yang perlu mendapat keseriusan dari semua pihak,” pungkas Joko.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *