Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

200 Siswa ADEM dari Daerah Khusus Jalani Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

×

200 Siswa ADEM dari Daerah Khusus Jalani Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan komitmennya untuk memastikan capaian prioritas yang ditetapkan dalam Rencana Strategis 2020-2024, Jumat (9/6/2023). Foto: tangkapan layar.
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Setelah 500 pelajar penerima beasiswa ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) asal Papua mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan dan bela Negara di beberapa kota yaitu Jakarta, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, dan Denpasar, pada 9-12 Juli 2023 lalu.

Kini sebanyak 200 pelajar dari daerah khusus di enam provinsi juga menjalani pendidikan serupa pada 13-16 Juli 2023. Sebanyak 200 pelajar penerima beasiswa ADEM tersebut akan mulai menjalani jenjang pendidikan menengah, baik SMA atau SMK tahun ajaran 2023/2024 di ibu kota masing-masing provinsi yakni Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Kupang, Manado, dan Pontianak.

Example 300x600

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengatakan para pelajar penerima beasiswa ADEM merupakan siswa yang terpilih untuk mendapatkan beasiswa dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

“Kesempatan yang berharga ini, tidak didapatkan oleh semua pelajar di Indonesia. Manfaatkanlah kesempatan ini semaksimal mungkin, terlebih pembelajaran di sekolah sudah jauh menyenangkan dengan Kurikulum Merdeka,” pesan Mendikbudristek dalam penutupan pembekalan bagi penerima Beasiswa ADEM, secara daring, di BPMP Provinsi Aceh, Minggu (16/7/2023).

Melalui kurikulum yang pembelajarannya berbasis projek tersebut, kata Mendikbudristek, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tapi juga diajak menerapkan dalam praktik yang bisa dilakukan di manapun. Selain itu, untuk siswa SMK, prosesnya lebih relevan dengan dunia industri dan dunia kerja. Hal itu dilakukan dengan tidak hanya fokus pada praktik, tapi juga dibekali pengetahuan softskill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

“Semua itu akan menjadi bekal berharga bagi adik-adik semua untuk membangun karir di masa depan sesuai dengan minat dan ketertarikan masing-masing,” ujarnya.

Kepada para pelajar, Mendikbudristek menyampaikan perjalanan tiga tahun di SMA/SMK adalah saatnya bagi para pelajar penerima beasiswa ADEM untuk menorehkan prestasi sebanyak mungkin. Saat ini, kata Mendikbudristek, sudah banyak peluang beasiswa untuk jenjang S-1 yang bisa diikuti, antara lain Beasiswa Indonesia Maju, Beasiswa LPDP, dan Kartu Indonesia pintar (KIP).

“Dalam proses seleksi beasiswa, prestasi saat bersekolah menjadi salah satu poin pertimbangan penerimaan. Oleh karena itu, gunakan kesempatan yang berharga ini untuk belajar dengan optimal, berkarya sebanyak mungkin, dan meraih prestasi setinggi-tingginya. Selamat menjalani pendidikan sebagai penerima Beasiswa ADEM. Terus semangat menggapai cita-cita dengan semangat Merdeka Belajar,” tutur Nadiem.

Kepala Pusat Layanan Pendidikan (Puslapdik), Abdul Kahar, menyampaikan beasiswa ADEM merupakan komitmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Puslapdik untuk memberikan kesempatan dan keberpihakan kepada siswa dari Papua, daerah khusus, dan anak-anak repatriasi untuk dapat menerima layanan pendidikan menengah yang berkualitas serta dalam rangka akulturasi keragaman budaya di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Kepala BPMP Provinsi Aceh, Muhammad Anis berpesan kepada siswa ADEM untuk menentukan target dalam pendidikan dan bermimpi untuk meraih cita-cita.

“Bersiaplah-siaplah untuk menggapai masa depan yang lebih baik lagi, raihlah cita-cita kalian. Jangan terhambat karena keadaan dan fasilitas, karena pemerintah tidak akan membiarkan anak-anak Indonesia yang tertinggal, walaupun dari daerah khusus,” kata Anis.

Sebelum mendapatkan pembelajaran di satuan pendidikan (SMA/SMK), para pelajar dari daerah khusus yang tahun ini berasal dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), terlebih dahulu mengikuti pembekalan dan pelatihan wawasan kebangsaan dan bela negara. Dari 200 siswa ini, 30 di antaranya berasal dari Kabupaten Aceh Singkil yang menjalani pembekalan wawasan kebangsaan di kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh.

Kemudian, 30 pelajar asal Provinsi Riau yang terdiri dari 7 siswa dari Kabupaten Bengkalis, 8 siswa dari Kabupaten Indragiri Hilir, 8 siswa dari Kabupaten Kepulauan Meranti, 4 siswa dari Kabupaten Rokan Hilir, dan 3 siswa dari Kota Dumai menjalani pembekalan di BPMP Provinsi Riau.

Selanjutnya, 30 pelajar asal Kalimantan Barat yang terdiri dari 3 siswa dari Kabupaten Bengkayang, 3 siswa dari Kabupaten Kapuas Hulu, 4 siswa dari Kabupaten Kayong Utara, 4 siswa dari Kabupaten Ketapang, 4 siswa dari Kabupaten Melawi, 4 siswa dari Kabupaten Landak, 4 siswa dari Kabupaten Sambas, dan 4 siswa dari Kabupaten Sintang menjalani pembekalan di Unit Pelayanan Kesehatan (Upelkes) Dinas Kesehatan Kalimantan Barat.

Dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, 50 pelajar yang terdiri dari 10 siswa dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, 10 siswa dari Kabupaten Belu, 10 siswa dari Kabupaten Malaka, 10 siswa dari Kabupaten Sumba Barat, dan 10 siswa dari Kabupaten Sumba Timur, menjalani pembekalan di BPMP Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kemudian, 30 pelajar asal Provinsi Sulawesi Utara yang terdiri dari 7 siswa dari Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Bia, 7 siswa dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, 8 siswa dari Kabupaten Kepulauan Talaud, dan 8 siswa dari Kabupaten Minahasa Utara, menjalani pembekalan di BPMP Provinsi Sulawesi Utara. Sementara itu, 30 pelajar asal Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat menjalani pembekalan di BPMP Provinsi Sumatra Barat.

Pembekalan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada pelajar agar tetap semangat dan komitmen dalam mengembangkan diri dalam pembelajaran di sekolahnya. Selain itu, pembekalan tersebut juga ditanamkan nilai-nilai kebinekaan dan keindonesiaan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada hari pertama pembekalan, para pelajar ADEM mendapatkan materi mengenai Mengenal Diri dan Kepribadian. Pada hari kedua materi yang diberikan, yaitu Rencana Hidup dan Cita-citaku, Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Anti Pergaulan Bebas, serta Pengenalan Literasi Keuangan dan Literasi Digital. Pada hari ketiga para peserta mengikuti materi Organisasi dan Kerelawanan, Wawasan Kebangsaan, serta Menyusun Projek Sosial. Kemudian pada hari terakhir, para pelajar melaksanakan pentas seni dan upacara penutupan dengan membacakan ikrar sebagai pelajar penerima beasiswa ADEM tahun 2023.

Salah satu instruktur pelatihan di BPMP Provinsi Aceh, Ramdhan, mengatakan melalui materi organisasi dan kerelawanan, ke depannya, para pelajar diharapkan akan aktif dan terlibat pada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya, sehingga minat dan bakatnya bisa berkembang dan tersalurkan. “Sebagai seorang siswa, mereka tidak hanya fokus belajar tapi bagaimana agar mereka bisa mengidentifikasi kemampuan dan bakat dirinya dan bisa menaikan level kepemimpinannya, sehingga menjadi agen yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” tutur instruktur yang berasal dari Yayasan Gino Lhokseumawe.

Ely Handayani, salah satu penerima beasiswa ADEM dari SMP Negeri 1 Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, mengungkapkan kegembiraannya bisa menjadi penerima beasiswa dan mengikuti pelatihan di BPMP Aceh. “Pada pelatihan ini, saya sangat senang sekali dan bahagia bisa mendapatkan wawasan kebangsaan, bisa bekerja bersama dan bersosialisasi dengan teman-teman yang sebelumnya tidak kenal. Saya harap melalui beasiswa ADEM ini, saya bisa meraih cita-cita saya menjadi guru IPA,” ujar Ely yang kini sekolah di SMA Negeri 16 Banda Aceh.

Senada dengan Ely, Santi Dwiani, peserta dari SMP Negeri 3 Gunung Meria, Kabupaten Aceh Singkil, juga menuturkan keseruannya mengikuti pembekalan ini. “Banyak wawasan yang saya dapat, yang tadinya tidak tahu sekarang jadi tahu, seperti tips bagaimana agar menjadi percaya diri dan bisa public speaking,” ujar siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh yang bercita-cita menjadi guru olahraga.

Beasiswa ADEM adalah program bantuan pemerintah yang diberikan kepada lulusan peserta didik SMP/MTs sederajat yang berasal dari Orang Asli Papua (OAP), Daerah Khusus, dan Repatriasi untuk melanjutkan pendidikan menengah SMA/SMK. Beasiswa tersebut dikelola oleh Puslapdik, Kemendikbudristek.

Pada tahun 2023, Puslapdik Kemendikbudristek telah mengalokasikan beasiswa untuk 1.000 siswa baru yang akan mendapatkan Program Beasiswa ADEM. Sebanyak 500 beasiswa dialokasikan bagi pelajar di wilayah Papua, 200 beasiswa bagi pelajar di daerah khusus, dan 300 beasiswa bagi pelajar repatriasi.

Pelajar repatriasi ini merupakan para pelajar Indonesia yang berada di Serawak dan Sabah, Malaysia mengikuti orang tuanya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara bagi 300 pelajar repatriasi ini akan dilaksanakan pada September 2023 mendatang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *