Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Watubun: Pattimura Adalah Lambang Keperkasaan Orang Maluku

×

Watubun: Pattimura Adalah Lambang Keperkasaan Orang Maluku

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G Watubun. Foto-Ist/TN
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G Watubun menegaskan, Pattimura adalah lambang keperkasaan orang Maluku.

Pattimura juga adalah representasi kegagahberaniannya orang Maluku, yakni semangat maju pantang mundur, walaupun hanya dengar bermodalkan parang dan salawaku, melawan tembakan sporadis dari senapan berpeluru.

Example 300x600

“Hari ini, tanggal 15 Mei 2023 adalah peringatan Hari Pattimura yang ke-206 dalam catatan sejarah. Pada 15 Mei 1817 yang lalu, operasi penyerangan pos-pos dan benteng Belanda di Saparua, dimulai oleh Kapiten Pattimura bersama Philips Latumahina, Lucas Selano dan pasukannya,” kata Watubun dalam sambutannya, saat upacara peringatan Hari Pattimura ke-206, yang berlangsung di Desa Hulaliu, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Senin (15/5/2023).

Menurutnya, perjuangan mengusir penjajah dari bumi raja-raja merupakan sejarah yang harus terus ditutur, sampai tanah menutup mata.

Dia mengingatkan, agar semboyan “Lawa Mena Haulala” atau maju terus pantang mundur, harus menjadi semangat orang Maluku, bukan saja semangat orang Maluku tempo dulu, tetapi juga generasi muda saat ini. Pasalnya, penjajahan itu tetap ada, walaupun sudah berubah wujud.

“Kalau dulu penjajah itu dengan senapan ada pinggir-pinggir jalan saling tembak, dan saling berhadapan menggunakan senapan dan parang salawaku. Tp sekarang twani kekuasaan yang menindas adalah juga bentuk dari penjajahan intelektual, penjajah-penjajah birokrasi, eksekutif, yudikatif dan legislatif,” pungkas Watubun.

Menurut dia, ada banyak penjilat dan pengkhianat, banyak lempar batu sembunyi tangan, banyak buruk rupa cermin dibelah, banyak yang berseliweran mengisi pundi, lalu gemar mengadili. Dan itu juga bentuk penjajah yang harus dikebiri.

Dia kembali mengingatkan, jika sebelum ajalnya tiba, Pattimura berkata, ‘Pattimura tua akan mati, tetapi akan bangkit lagi Pattimura muda untuk meneruskan perjuangan ini’.

“Itulah mengapa semangat kita tidak boleh mati. Hari ini kita tidak lagi melawan senjata dengan parang salawaku, tapi dengan pena lewat kecerdasan dan integritas diri. Jadilah Pattimura-Pattimura muda yang punya harga diri yang tak bisa di beli,” kata Watubun mengingatkan.

“Kobarkan terus api Pattimura, ciptakan Maluku yang aman, damai, sejahtera dan bahagia dalam semangat cinta orang basudara, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa. Sagu salempeng di patah dua. Siwalima, lanwur ngabal, daun lolat, aini ain, kalwedo. Katong samua basudara, satu darah di atas tanah raja-raja. Mari sama-sama bangun Maluku dengan semangat persaudaraan. Merdeka,” tandas Watubun.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *