PJ Wali Kota Penuhi Mandatory Spending di Bidang Kesehatan dan Pendidikan

PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Setelah setahun mengemban tugas selaku PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena berhasil memenuhi dua mandatory spending, yakni di bidang kesehatan dan pendidikan.

Menyikapi hal tersebut, Wattimena mengakui, jika itu sesuai dengan target yang ditetapkan, dimana minimal Pemkot Ambon harus memenuhi 10 persen dalam setahun. Namun pada triwulan pertama tahun 2023 Mandatory Spending Kesehatan telah mencapai 10,38 persen.

“Selain itu ketersediaan dan sebaran fasilitas kesehatan dalam hal ini Puskesmas berangsur membaik. Sebelum saya menjabat terdapat kerusakan ringan pada 10 faskes, dan dua rusak berat. Setelah menjalani tugas selama setahun, kondisi ini berubah. Sebanyak 19 unit telah diperbaiki, dan tertinggal tiga lainnya yang berada di kategori rusak ringan, dan tidak ada rusak berat sama sekali,” beber dia kepada wartawan, di Ambon, Jumat (26/5/2023).

Sebaran tenaga kesehatan (Nakes) juga merata pada wilayah kerja Pemkot Ambon. Penambahan 18 orang perawat menjadi 221 orang. Dokter umum yang sebelumnya hanya 47 orang, sekarang menjadi 49 orang.

“Asisten apoteker tambah satu dari sebelumnya 18 menjadi 19 orang. Dan tenaga apoteker di kota ini menjadi 33 orang yang pada masa kepemimpinan sebelumnya sebanyak 31, dan sekarang sudah menjadi 33 orang,” jelas, Wattimena.

Sementara itu, untuk Mandatory Spending yang kedua yang sementara ini telah dipenuhi dan masih terus berjalan adalah pada bidang pendidikan, dan telah terpenuhi 29,05 persen dari target tahunan sebesar 20 persen.

“Ketersediaan fasilitas juga meningkat terdapat empat buah PAUD tambahan dari sebelumnya 219 menjadi 223 unit, penambahan fasilitas Sekolah Dasar (SD) sebanyak tiga unit menjadi 195, SMP menjadi 52 Unit,” tambahnya.

Selain fasilitas, sambungnya, tenaga pendidik pada ketiga tingkatan satuan pendidikan tersebut juga ditambah, guna memberi kualitas pendidikan yang baik generasi penerus bangsa.

“Penambahan guru TK 188 menjadi 253 orang, dan guru SD yang sebelumnya 1.872 orang mendapat penambahan sebanyak 85 orang,” pungkas Wattimena.

Wattimena berharap, pada masa kepemimpinan di periode kedua ini, dirinya dapat menyelesaikan 11 program prioritas sampai tuntas. Dua masalah yang belum terselesaikan sampai dengan hari ini yakni, perombakan birokrasi, dan masalah sampah, dapat terealisasikan dengan baik.

About The Author

%d blogger menyukai ini: