Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Sorak-sorai Pendukung Usai Hakim Vonis Richard Eliezer 1 Tahun 6 Bulan Penjara

×

Sorak-sorai Pendukung Usai Hakim Vonis Richard Eliezer 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Sebarkan artikel ini
Pendukung Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) memantau jalannya sidang vonis dari PN Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023). (Foto: Morteza Syariati Albanna/TN).
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah perempuan paruh baya yang mengatasnamakan dirinya sebagai pendukung Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) bersorak-sorai setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memvonis Richard dengan pidana satu tahun enam bulan penjara, atas kasus pembunuhan berencana N. Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Tentu saja vonis tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta hakim menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Richard Eliezer terkait kasus penembakan hingga menewaskan Yosua di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Kalibata, Jaksel, Jumat (8/7/2022).

Example 300x600

Salah seorang perempuan yang ditemui reporter Teropongnews di PN Jaksel, Rabu, (15/2/2023), mengaku puas dengan putusan hakim yang memberi vonis jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Perempuan yang enggan disebutkan namanya itu menilai Richard bahkan layak dibebaskan dari bui lantaran telah menguak fakta kasus pembunuhan yang didalangi oleh mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.

“Layak banget sebenarnya bebas. Tetapi hukuman satu tahun enam bulan penjara ini bagus kok hakimnya. Kan Ferdy Sambo divonis mati” kata dia di lokasi.

Sebelumnya, Majelis Hakim PN Jaksel menjatuhkan pidana satu tahun enam bulan penjara kepada terdakwa Bharada E atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

“Mengadili, menyatakan Richard Eliezer terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana, turut serta melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso di PN Jaksel, Rabu (15/2/2023).

Dengan adanya vonis tersebut, Richard pun diharuskan menjalani masa kurungan sisa, hingga putusan ini inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

“Menetapkan penangkapan dan lamanya masa tahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi dengan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap berada di dalam tahanan,” kata hakim.

Dalam pertimbangannya hakim menyatakan bahwa terdakwa Richard Eliezer telah membuat terang perkara hilangnya nyawa Yosua dengan keterangan yang jujur, konsisten, logis, serta berkesesuaian dengan alat bukti yang ada.

“Sehingga sangat membantu perkara ini,” kata hakim.

Diketahui, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi masing-masing sudah divonis mati dan 20 tahun penjara. Pasutri itu sudah menjalani sidang vonis pembunuhan Brigadir J pada Senin (13/2/2023).

Kemudian, Kuat Ma’ruf divonis dengan pidana 15 tahun penjara pada Selasa kemarin. Di hari yang sama, Bripka Ricky Rizal mendapat vonis 13 tahun penjara. Sementara terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) divonis 1 tahun enam bulan penjara atas kasus pembunuhan Brigadir J.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *