Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Penurunanan kuota pupuk untuk Kabupaten Merauke di tahun 2022 diakibatkan karena penyerapan pupuk yang tidak maksimal dalam beberapa tahun sebelumnya.

<

Alasan kedua, masalah pupuk sudah menjadi masalah duni. Seperti contoh, Negara Jepang dan Cina sementara ini tidak lagi melakukan impor pupuk ke Indonesia, sehingga sebagai pemakai pupuk terbesar, Indonesia harus hati-hati dalam melakukan distribusi pupuk kepada semua daerah.

“Kita Merauke, sebenarnya mendapatkan cukup besar kalau dihitung dari alokasi pupuk Papua. Tetapi, karena luas lahan kita juga besar sehingga kalau disamaratakan, banyak yang tidak memperoleh,” terang Bupati Merauke, Romanus Mbaraka di Kantor Bupati Merauke, Kamis (6/1/2022).

Selain itu, data tentang petani dalam RDKK harus dimasukkan dalan aplikasi guna mendapatkan alokasi kebutuhan pupuk dari Departemen Pertanian RI. Menurutnya, data yang diinstert rata-rata masih kurang dari setiap kawasan pertanian yang memiliki luas sasaran tanam di atas 1000 hektare.

“Penambahan kuota lagi direncanakan dengan belanja dari APBD. Saya akan lakukan itu dalam belanja tahun ini,” imbuhnya.

Menyangkut penyaluran pupuk, Romanus Mbaraka akan melakukan pertemuan dengan distributor pupuk untuk segera dilakukan penyaluran ke tingkat petani.

Berita lain untuk anda