Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Koarmada III Tabur Bunga di Atas KRI Teluk Weda-526, Kenang Pertempuran di Laut Arafuru

×

Koarmada III Tabur Bunga di Atas KRI Teluk Weda-526, Kenang Pertempuran di Laut Arafuru

Sebarkan artikel ini
pelarungan bunga oleh kepala Staff Koarmada III dilanjutkan prosesi tabur bunga ke laut yang diikuti oleh peserta upacara.
Example 468x60

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Koarmada III melaksanakan upacara tabur bunga untuk mengenang peristiwa pertempuran Laut Arafuru pada 15 Januari 1962 atau yang dikenal dengan Hari Dharma Samudera.

Prosesi upacara tersebut dilakukan di hanggar Heli KRI Teluk Weda-526, di perairan Sorong, Sabtu (15/1/2022) dengan bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Yeheskiel Katiandagho S.E., M.M., M.H,

Example 300x600
Prosesi upacara hari Dharma samudera digelar di hanggar Heli KRI Teluk Weda-526, di perairan Sorong, Sabtu (15/1/2022). (Foto: Mega/TN)

Dalam Amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono yang dibacakan Kepala Staf Koarmada III, dikatakan bahwa peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2022, adalah momentum untuk mengenang kepahlawanan pejuang-pejuang samudera yang telah mendharma-bhaktikan hidupnya demi kejayaan bangsa dan negara.

“Momentum peringatan Hari Dharma Samudera kali ini memacu kita untuk menghayati, meresapi dan meneladani nilai-nilai patriotisme, heroisme serta kepemimpinan yang telah diwariskan oleh para pejuang-pejuang samudera dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara tercinta,”ucapnya.

Kasal menuturkan, meski tantangan yang dihadapi hari ini tidak persis sama dengan masa yang lalu, namun prinsip dan nilai-nilai kepahlawanan tidak akan pernah berubah.

“Apapun tantangan yang kita hadapi sekarang dan yang akan datang. kapanpun tugas negara memanggil, akan kita pertaruhkan jiwa dan raga di bawah Panji Merah Putih,” ungkap Kasal.

Pantauan media ini, upacara Tabur Bunga yang dilaksanakan di Perairan Sorong Papua Barat tersebut, ditandai dengan melarung karangan bunga dari atas KRI Teluk Weda-526 oleh Kepala Staf Koarmada III sebagai inspektur upacara, diikuti tabur bunga oleh para tamu undangan.

Sejarah singkatnya, Pada 15 Januari 1962, 3 kapal cepat RI berjuang untuk merebut Irian Barat dari tangan penjajah Belanda. 3 kapal tersebut memiliki tugas infiltrasi mendaratkan pasukan di Papua Barat. Adapun 3 kapal cepat RI tersebut adalah KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau.

Ketiga kapal cepat itu tiba-tiba diikuti oleh 2 pesawat Belanda, disusul 2 kapal musuh berjenis Destroyer dan Freegat. Pesawat dan kapal musuh tersebut menembakkan peluru tajam dan suar ke ketiga kapal cepat RI.

Dalam keadaan darurat itu, Komodor Yos Sudarso yang berada di KRI Macan Tutul melakukan manuver perlawanan untuk mengecoh musuh. Hal tersebut membuat tembakan musuh dipusatkan pada KRI Macan Tutul. Dua kapal lainnya dapat diselamatkan.

Perlawanan gigih Komodor Yos Sudarso beserta Anak Buah Kapal (ABK) RI Macan Tutul dilakukan dengan semangat pantang menyerah. Peristiwa tersebut mengakibatkan tenggelamnya KRI Macan Tutul dan gugurnya Komodor Yos Sudarso beserta 25 ABK KRI Macan Tutul.

Sebelum KRI Macan Tutul karam, melalui radio, Komodor Yos Sudarso menggelorakan semangat kepada seluruh personel Armada dengan meneriakkan perintah, “kobarkan semangat pertempuran.”

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *