Foto Bersama Pantia dan Peserta Seminar Sehari Sejarah Pekabaran Injil dan Sejarah Kampung Tablanusu dalam rangka menyongsong HUT Pekabaran Injil ke 110 1911 -1962 di Kampung tablanusu Jumat, 20 November 2021 di Gedung Serba Guna GKI Amos Tablanusu (nes)

TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA – Akademisi yang juga sejarawan Papua Drs.Nico Yakarmilena,M.Sc mengingatkan, pentingnya membukukan sejarah napak tilas pekabaran Injil dan sejarah kampung Tablanusu agar menjadi dasar pijakan generasi muda dimasa mendatang.


Hal itu disampaikan Drs.Nico Yakarmilena,M.Sc pada acara seminar sehari “Sejarah Pekabaran Injil dan Sejarah Kampung Tablanusu” dalam rangka menyongsong HUT Pekabaran Injil ke 110 1911 -1962 di kampung Tablanusu Jumat, 20 November 2021 .

Dalam pemaparannya Nico Yakarmilena menegaskan bahwa dengan membukukan sejarah Injil dan sejarah kampung Tablanus dapat menjadi dasar pijakan generasi muda di masa mendatang agar mereka lebih tahu dan paham tatanan adat budaya, batas wilayah kampung dan dusun serata sejarah asal-usul mereka nantinya.

“ Kita harus bisa menulis budaya kita, sejarah kita, kearifan lokal kita dan sesuatu yang ada dalam kehidupan dan lingkungan kita suapaya beberapa tahun kemudian kita sudah punya informasi penting tentang kampung ini, “ tegasnya usai seminar Jumat, 20 November 2021.


Lanjut Yakarmilena, fenomena konflik hak ulayat yang terjadi antara kampung dengan Kampung, membuat sejarah kampung dan sejarah Pekabaran Injil di kampung Tablanusu perlu dibukukan sehingga tidak lagi menjadi tanda tanya bagi generasi mendatang.

”Generasi Kita harus tahu sejarah bahwa nenek moyang kita asalnya dari mana? jangan pikir kita tiba2 asalnya dari langit sudah ada disini , sehingga ini perlu di ceritakan, “ungkapnya.


Nico Yakarmilena menjelaskan draf penulisan buku sejarah pekabaran Injil dan sejarah kampung Tablanusu sudah di lakukan sejak tahun 2018, seharusnya draf dan seminar sudah dilakukan tahun 2019 sejak mantan bupati Jayapura Alm. Habel Melkias Suwae menggagas adanya pelurusan sejarah Tablanusu, namun akibat pandemi makan draf buku ini baru diselesaikan tahun 2021 dengan melibatkan pihak-pihak yang berkopenten, yakni pihak adat, gereja, pemerintah , dan masyarakat kampung Tablanusu.


Sementara, ketua paniti, Biily Zacheus Suwae mengatakan kegiatan seminar Sejarah Pekabaran Injil dan Sejarah Kampung Tablanusu ini melibatkan 125 orang , berasal dari kampung-kampung di sekitar Teluk Tanah Merah, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh2 kunci dari wilayah Genyem serta pihak Klasis GKI Tanah Merah dan Sinode GKI di Tanah Papua.


Billy Suwae mengatakan hasil dari seminar ini akan dibukukan , namun akan dibedah kembali untuk menyempurnakan hasil penulisan dan data-data tambahan yang diperlukan dalam merampungkan tulisan ini.

“110 tahun injil di kampung Tablanus 1911 -1962, sehingga kami merasa sejarah adalah bagian yang penting untuk generasi penerus kedepan , sehingga hal ini dipikirkan oleh Alm. Bapak Habel Suwae harus menyelenggarakan seminar sejarah kampung Tablanusu,”ungkap Billy Suwae.
Billy Suwae Juga mengatakan, selain seminar yang di gelar, penulisan ini juga telah di konfirmasi kepada cucu dari tokoh pekabaran Injil pertama di Tablanusu yaitu alm. Amos Michael Pasalbessy yakni Jhon Pasalbessy terkait kebenaran dan jejak sejarah pekabaran injil dan sejarah kampung Tablanusu.


Puncak Perayaan HUT Pekabaran Injil atau masuknya Injil di Tablanusu jatuh pada tanggal 26 November 2021 yang akan di pusatkan di kampung Tablanusu Distrik Depapre Kabupaten Jayapura Klasis GKI Tanah Merah.

Berita lain untuk anda